Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Subsidi Pupuk Sawit Dicabut, Ini Rincian Alokasi Pupuk Bersubsidi di Mukomuko

Daerah, Batuahnews.id – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Mukomuko menyebut, tahun ini alokasi pupuk subsidi bagi komoditi kelapa sawit tidak ada alias nihil. Pupuk yang disubsidi pemerintah sesuai klasifikasi pemerintah hanya di subsektor tanaman pangan dan hortikultura.

“Berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, kelapa sawit tidak termasuk ke dalam komoditi yang mendapatkan pupuk bersubsidi,” kata Sekretaris Distan Mukomuko Elxandi Putra Ultria, S.TP., MEc., Dev.

Elxandi menjelaskan, sesuai Permentan 10/2022 itu, ada tiga subsektor yang mendapatkan alokasi pupuk subsidi pemerintah. Subsektor tanaman pangan terdiri dari komoditi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale). Kemudian subsektor perkebunan mencakup komoditi kakao, kopi dan tebu. Sedangkan subsektor hortikultura, hanya komoditi cabai, bawang merah dan bawang putih.

“Sementara kita bukan daerah penghasil kopi, kakao atau tebu. Artinya memang untuk perkebunan, kita tidak bisa mendapatkan pupuk subsidi,” tambah Elxandi saat ditemui batuahnews.id di ruang kerjanya, Selasa (17/1).

Ditegaskan Elxandi, pihaknya memastikan tidak terjadi kelangkaan pupuk di Mukomuko. Alokasi pupuk yang dibutuhkan petani untuk tahun 2023 ini telah disesuaikan dengan jumlah luas lahan produksi di masing-masing subsektor.

Berdasarkan data alokasi pupuk bersubsidi tahun anggaran 2023 Distan Mukomuko, terdapat dua jenis pupuk yang disubsidi pemerintah. Total alokasi pupuk jenis Urea sebanyak 2.696 ton. Sementara NPK Phonska sebanyak 3.666 ton.

Alokasi pupuk subsidi terbanyak di Kecamatan Lubuk Pinang, dengan rincian jenis Urea 1.391 ton dan NPK Phonska 1.576 ton. Disusul Kecamatan XIV Koto dengan alokasi jenis Urea sebanyak 427 ton dan NPK Phonska 514 ton.

Sementara kuota jenis Urea ini tidak dialokasikan di Kecamatan Kota Mukomuko, Kecamatan Air Rami, Kecamatan Teramang Jaya dan Kecamatan Teras Terunjam. Hal ini disebabkan sebaran alokasi pupuk subsidi menyesuaikan komoditi yang dikembangkan daerah setempat.

“Untuk wilayah seperti di 4 kecamatan itu kan dominan kelapa sawit, jadi alokasi di kecamatan itu sedikit. Yang banyak memang di Kecamatan Lubuk Pinang. Karena sentra pangan kita di situ,” demikian Elxandi.

(Red)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *