Daerah, Batuah-news.id – Awal tahun 2026 menjadi catatan penting bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Mukomuko. Berdasarkan data terkini, jumlah kasus diare menunjukkan fluktuasi yang signifikan di tiga bulan pertama.
Adapun jumlah kasus diare pada tahun 2026, bulan Januari 95 kasus, Februari 62 kasus, dan Maret 56 kasus.
Meskipun angka cenderung menurun dari Januari ke Maret, kenaikan di sejumlah titik tetap memicu kekhawatiran serius.
Penyakit ini memiliki karakteristik penyebaran yang sangat cepat, terutama di wilayah-wilayah yang akses sanitasinya masih terbatas.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi, mengungkapkan bahwa lonjakan ini tidak terjadi begitu saja. Ada korelasi kuat antara perilaku harian dengan risiko penularan.
“Kualitas air yang kita konsumsi adalah kuncinya. Banyak kasus dipicu oleh penggunaan air yang tidak dimasak sempurna atau sumber air yang sudah tercemar bakteri,” jelas Jajat.
Selain faktor air, ia juga menyoroti tiga hal krusial lainnya:
Kebersihan Makanan: Cara penyimpanan yang tidak tepat membuat makanan mudah terkontaminasi.
Sanitasi Lingkungan: Drainase yang tersumbat dan tumpukan sampah menjadi sarang kuman yang ideal.
Kedisiplinan Personal: Masih rendahnya kebiasaan mencuci tangan pakai sabun sebelum menyentuh makanan.
Pihak Dinkes mengingatkan agar warga tidak menyepelekan gejala diare. Kondisi lemas akibat buang air besar terus-menerus adalah tanda awal dehidrasi yang bisa berakibat fatal jika terlambat ditangani, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Langkah Pencegahan Utama:
•Masak air hingga benar-benar mendidih sebelum diminum.
•Pastikan makanan dalam kondisi bersih, matang, dan tertutup rapat.
•Gotong royong membersihkan saluran air dan mengelola sampah rumah tangga dengan benar.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan dan menggencarkan sosialisasi. Namun, peran aktif keluarga adalah benteng utama. Mari kita putus rantai penyebaran diare dengan mulai peduli pada kebersihan diri sendiri dan lingkungan rumah,” tutup Jajat.
Andika Dwi Pradipta

















