Daerah, Batuahnews.id – Stok Bahan Medis Habis Pakai (BMHP) di RSUD Mukomuko diketahui habis sejak awal tahun. Selain menyebabkan layanan ruang operasi (OK) ditutup, kekosongan BMHP juga menyebabkan sejumlah pelayanan di rumah sakit terganggu.
BMHP di rumah sakit mencakup seluruh bahan medis habis pakai, seperti obat-obatan, masker, sarung tangan medis, termasuk cairan infus berikut selangnya, serta bahan-bahan pendukung di laboratorium.
Direktur RSUD Mukomuko dr. Dolatta Karo Karo saat dikonfirmasi, pihaknya mengaku hingga saat ini belum mendapatkan stok BMHP. Ia beralasan hal itu disebabkan tagihan hutang rumah sakit yang belum diselesaikan. Sehingga pihak penyedia enggan memenuhi permintaan belanja baru BMHP dari rumah sakit.
“Pejabat pengadaan sdh ada, hanya saja penyedia blm bisa melayani pembelanjaan kita terkait dgn utang masih ada thdp mereka,” tulis Dolatta dalam pesan singkat.
Baca Juga: Stok BMHP Habis, Layanan Operasi RSUD Mukomuko Ditutup Sementara
Hingga berita ini diterbitkan batuahnews.id, Dolatta mengaku layanan di ruang operasi (OK) masih tutup.
“Belum (dibuka layanan di ruang OK-red), masih terkendala terkait dengan bahan BNHP, lagi dalam pemesanan,” terang Dolatta.
Terpisah, Komisi III DPRD Mukumuko mengaku pihaknya baru mengetahui kondisi ini. Ia meminta manajemen RSUD Mukomuko untuk segera memenuhi ketersediaan BMHP tersebut.
Ketua Komisi III Antonius Dalle menyebut hal itu bisa berdampak buruk terhadap pelayanan di rumah sakit. Kondisi ini, menurutnya, harus segera dicarikan jalan keluar.
“Jangan hutang itu dijadikan alasan. Karena sudan ada pos (anggaran) khusus untuk bayar hutang itu. Artinya mereka ini kurang cekatan,” kata Dalle saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (16/1).
Baca Juga: Beban Kerja Nambah, Staf SIMRS RSUD Mukomuko Hengkang
Dalle juga memberikan peringatan keras kepada pihak RSUD Mukomuko. Sebab baginya, pelayanan di rumah sakit adalah pelayanan dasar yang menjadi salah satu prioritas bagi pemerintah.
“Itu pelayanan publik, berkaitan dengan kesehatan dan soal nyawa masyarakat. Kalau enggak, kami akan panggil pihak RSUD, apa masalahnya?” demikian Dalle.
(Red)

















