Aksi brutal, pengerusakan dan pembakaran pondok dengan bom Molotov yang dilakukan oleh PT. DDP ini dilakukan pada proses kasus gugatan perdata yang saat ini masih dalam proses banding” tutup harpandi
Terpisah, Hamdi Anggota Petani Maju Bersama menyampaikan bahwa pondok miliknya yang berada di lahan sengketa Hak Guna Usaha (HGU) di PT Bina Bumi Sejahtera (BBS) dirusak, dibongkar dan materil pondok juga diambil oleh Satpam PT DDP.

“Pondok yang baru saya dirikan kembali, setelah dibakar oleh pihak PT DDP tahun 2023 lalu, kembali dirusak setidaknya 30 Satpam PT DDP pada Minggu 17 Maret 2024, upaya mencegah brutalitas Satpam ini sudah kami lakukan, namun kami kalah jumlah” Ujar Hamdi.
Hamdi menambahkan hari ini 18 Maret 2024, 40 batang pisang, kayu bawang dan batang karet juga menjadi sasaran brutalitas pihak perusahaan.
Petani Maju Bersama lainnya Suharto ketika dikonfirmasi oleh Batuahnews menyebut, dalam kurun waktu 3 bulan terakhir, pihak perusahaan PT DDP melakukan tindakan brutal secara massif.
“Mereka mengintimidasi petani, membakar pondok, menghancurkan tanaman tumbuh dan tindakan-tindakan intimidasi lainnya. Ini adalah bentuk arogansi perusahaan yang di biarkan oleh negara” pungkas Suharto.
Masih disampaikannya, bahwa pihaknya dan pihak petani Tanjung Sakti Sibak hingga saat ini masih berada di Kantor Polsek Mukomuko Selatan.
“Pihak polsek Mukomuko Selatan menerima laporan dari kami. Hingga pukul 02.00 WIB dini hari ini kami masih di BAP,” tutup Suharto.
Ibnu Afdaldi

















