“Penyusunan kontijensi akan segera dimulai, tujuannya pada saat tanggap darurat dapat terjelola dengan cepat dan efektif serta sebagai dasar memobilisasi berbagai sumber daya para pemangku kepentingan dan seluruh stackholder, agar dapat merespon bencana secara cepat dan efektif,” kata Ruri.
Dilanjutkannya, bahwa pihaknya bersama Stackholder dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membahas dan serta menyusun rencana kontijensi nanti. Penyusunan dokumen tidak dapat berdiri sendiri tanpa dari semua pihak dan akan melibatkan OPD terkait dan vertikal.
“Dokumen ini nanti tidak kita saja yang miliki atau pedomani, nanti dokumen akan jadi milik Kabupaten Mukomuko, apa pembahasan nanti kita jadikan perbub, sehingga rencana kontijensi itu dibuat secara partisipatif, kolaboratif dan kesepakatan dari semua pemangku kepentingan,” beber Ruri.
Ruri menyebut penyusunan Kontijensi ini akan mengundang BMKG sebagai narasumber. Mengingat juga Kabupaten Mukomuko berdampak potensi gempa dan tsunami, melihat resiko bencana daerah ini sangat berpotensi.
Pada tahun 2022 lalu, ada sebanyak 24 desa dan 7 kecamatan di Mukomuko dinyatakan sebagai zona merah gempa dan tsunami oleh BMKG.
“Ya Mukomuko terbentang di pesisir pantai dari Kecamatan Air Rami dan Lubuk Pinang, yang tergolong pinggir pantai. Apalagi isu Megathrust ini memang sudah lama, kita minta hal tersebut jangan terjadi. Bentuk mitigasi bencana kita, ya nanti kita penyusunan kontijensi, ya banyak dibahas disana,” sebutnya.
Masih disampaikannya, ia mengimbau dan meminta kepada masyarakat Kabupaten Mukomuko jangan panik terkait isu dan informasi Sumatera akan terjadi gempa besar. Ia berharap masyarakat dapat menyaring informasi berita yang jelas asal usul sumbernya.
“Kami berharap kepada masyarakat, jangan panik dengan adanya informasi terkait dengan gempa – gempa besar yang beredar di Sosmed. Kita minta itu jangan terjadi, dan saringlah berita informasi itu yang jelas sumbernya, dan bijak menggunakan sosial media, informasi jelas itu terkait informasi cuaca dan bencana bersumber dari BMKG, kami cepat langsung menerima informasi yang terhubung di server kami,” demikian Ruri Irwandi.
Red

















