Daerah, Batuahnews.id – Mengingat moment Natal dan Tahun Baru marak dijadikan oleh para muda-mudi untuk berpestapora. Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, ajak untuk tidak terlalu eforia.
Mengingat banyaknya kejadian yang tidak diinginkan, seperti balap-balapan liar, aksi pesta-pesta miras dan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri serta orang lain.
Diharapkan kegiatan yang seperti itu tidak dilakukan lagi. Karena selain tidak sesuai dengan budaya Mukomuko, yang terkenal beradat, dan bermartabat.
Maka seyogyanya malam Natal dan Tahun Baru nanti dijadikan untuk ajang silaturahmi serta do’a bersama meminta keselamatan, kesuksesan, dan dijauhkan daerah ini dari marabahaya.
” Seperti yang kita lihat selama ini, selalu anak muda memanfaatkan moment hari spesial ini untuk berpestapora. Apa lagi sampai mengkomsumsi miras dan aksi balap-balap liar,” terang Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi. Bahwa tidaklah elok jika moment seperti Natal dan Tahun Baru dihabiskan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat.
Seperti pertukaran setiap tahunnya, pasti banyak anak muda yang melakukan hal-hal yang kurang berfaedah.
Dengan pesta miras, apa lagi sampai melakukan aksi balap liar, dan juga tak sedikit yang melakukan dugaan kumpul kebo.
Jika budaya ini terus dilakukan, dan tidak distop dari sekarang, maka ini akan menjadi suatu malapetaka bagi generasi yang ada di Mukomuko.
” Kita berharap moment spesial seperti ini dijadikan untuk silaturahmi, berdo’a, dan juga jadikan sebagai moment untuk mengintropeksi diri. Agar di tahun berikutnya kita dapat lebih baik dari tahun lalu,” sambung Wisnu Hadi.
Wisnu Hadi juga meminta Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini pihak kepolisian, untuk meraziakan knalpot brong, dan miras.
Karena ini untuk menjaga ketertiban umum, karena malam Natal adalah malam sakral bagi umat kristiani.
” Knalpot brong, dan miras kita harap bisa ditindak oleh pihak kepolisian jelang Nataru ini. Ini untuk kenyamanan kita bersama, juga menjaga serta mengantisipasi kemungkinan hal-hal buruk terjadi,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta/ ADV

















