Nasional, Batuahnews.id-Tahun lalu 2023, Badan Pusat Statistik (BPS) mendatakan sebanyak 7,86 juta orang terkait dengan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia.
Dimana tingkat pengangguran tersebut rata-rata kalangan Generasi Z. Meski demikian terdapat penurunan sebesar 6,6 persen dari tahun sebelumnya.
Dilihat angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan dengan tingkat sebelum pandemi COVID-19 pada Agustus 2019, yang mencapai 7,10 juta orang.
Adapun rata-rata Generasi Z yang berusia 15-24 tahun, dimana kelompok yang paling terdampak dengan tingkat pengangguran mencapai 19,40 persen.
Disamping itu juga, kelompok usia 25-59 tahun menunjukan bahwansya penurunan dalam Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,07 persen pada tahun 2023, dimana ini adanya perbaikan dari tahun sebelumnya.
Hebatnya, meskipun ada penurunan secara keseluruhan, angka TPT pada Agustus 2023 lebih tinggi dibandingkan dengan periode COVID-19 pada agustus tahun 2019.
Untuk itu perlu dicatat, bahwansya kelompok usia 60 tahun ke atas menunjukan tingkat TPT yang rendah sebesar 1,28 persen. Dimana ini nantinya akan keberlanjutan kesempatan kerja bagi pekerja senior.
Meski demikian, bahwa pandangan ini menciptakan ketidakseimbangan terhadap generasi yang lebih muda dan lebih tua terhadap akses pekerjaan.
Tentu terkait perubahan ini, pemerintah dan pemangku kepentingan perlunya bersatu untuk membentuk rancangan kebijakan terhadap generasi muda.
Adapun langkah-langkah untuk menumbuhkan lapangan pekerjaan di kalangan Generasi Z, yaitu berinvestasi di dunia pendidikan, pembangunan ekonomi lokal serta pelatihan keterampilan.
Dimana Indonesia sedang berusaha pulih dari dampak pandemi, tentu pemahaman yang mendalam tentang realitas pengangguran di kalangan Generasi Z menjadi krusial.
Untuk itu dengan pendekatan holistik serta tindakan konkret, dapat membuka pintu peluang baru serta membangun masa depan yang lebih cerah.
Andika Dwi Pradipta

















