Daerah, Batuahnews.id – Tak kunjung selesai perkara konflik agraria di Kabupaten Mukomuko. Puluhan Petani Tanjung Sakti Sibak Ipuh dan Petani Maju Bersama Kecamatan Malin Deman mendatangi Kantor Polsek Mukomuko Selatan, Senin Malam (18/3/2024).

Kedua kelompok petani ini, melaporkan peristiwa arogansi yang dilakukan oleh pihak PT Daria Dharma Pratama (DDP) yang diduga membakar 6 pondok Petani Tanjung Sakti Sibak di Air Sule dengan Bom Molotov.
Diungkapkan Saksi Mata inisial UN Petani Tanjung Sakti Sibak yang enggan disebut namanya menyampaikan kejadian yang dialami olehnya ketika sedang berbaring di pondok milik Petani Tanjung Sakti di Air Sule sambil bermain ponsel miliknya.
Tidak lama itu, ia mendengar dentuman dan kemudian muncul api besar didekatnya. Seketika ia bangun menyaksikan belasan petugas Satpam PT DDP sambil belari melapar pondok milik petani Tanjung Sakti dengan Bom Molotov.
“Sambil berlari, salah satu petugas perusahaan menampar hp ditangan saya dan teriak, “jangan merekam”, hp saya terjatuh dan mereka lansung pergi entah kemana setelah membakar 6 pondok. Kejadian siang tadi”, ungkapnya.
Harapandi, salah satu tokoh Petani Tanjung Sati menyampaikan PT DDP telah melakukan pembodohan terhadap petani dengan cara menyebar luaskan hasil putusan pengadilan yang belum memiliki kekuatan tetap.
“Pondok-pondok petani dibakar saat petani yang digugat PT DDP sedang melakukan pernyataan banding di Pengadilan Negeri Mukomuko, kami menyatakan aksi brutal yang dilakukan oleh PT DDP ini Aksi Pengecut” tambah Harapandi.

















