Nasional, Batuah-news.id – Sekelompok warga Indonesia yang ikut misi bantuan kemanusiaan ke Gaza dilaporkan dicegat pasukan Israel saat masih berada di laut lepas. Di antara mereka ada dua jurnalis dari media nasional.
Kabar ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin. Menurutnya, ada sembilan relawan Indonesia di atas kapal tersebut, termasuk dua wartawan Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
“Kami mengecam keras pencegatan yang dilakukan militer Israel terhadap kapal Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” ujar Andi.
Ia menegaskan keselamatan seluruh relawan kini menjadi prioritas utama. Para WNI itu berangkat dengan tujuan membawa bantuan logistik dan menunjukkan solidaritas untuk warga Gaza. Sementara dua wartawan yang ikut, bertugas meliput langsung kondisi di lapangan.
Andi menilai tindakan Israel melanggar hukum internasional dan prinsip kemanusiaan.
“Ini juga menginjak-injak kebebasan sipil orang-orang yang hanya ingin membantu warga Palestina,” katanya.
Pihaknya juga menegaskan tidak akan tinggal diam.
“Kami berdiri bersama relawan kemanusiaan dari seluruh dunia dan menolak kriminalisasi terhadap misi bantuan di laut internasional,” tegasnya.
Kementerian Luar Negeri RI sudah dimintai klarifikasi terkait insiden ini.
Republika sendiri mengunggah video singkat Bambang Noroyono yang direkam setelah kejadian. Dalam video yang diunggah di Instagram, Bambang terlihat mengenakan jaket hitam sambil memperlihatkan paspor Indonesia.
Berdasarkan laporan Republika, insiden pencegatan terjadi Senin pagi waktu Turki. Lokasinya sekitar 200 mil laut dari Gaza, di perairan dekat Siprus. Saat itu Bambang dan tim berada di atas kapal bernama Boralize sebelum akhirnya dihentikan pasukan Israel.
Andika Dwi Pradipta

















