Daerah, Batuahnews.id – Sudah usia dewasa, jika manusia menginjak usia 19 tahun. Sama halnya dengan Kabupaten Mukomuko, daerah dengan semboyan Kapuang Sati Ratau Batuah ini.
Semenjak pemekaran tahun 2003 lalu, dan dilaksanakan pemilu kali pertamannya ditahun 2004. Saat ini Mukomuko semakin banyak perubahannya.
Terutama dibidang infratruktur, ekonomi dan lainnya. Mukomuko memiliki 148 desa, dan 3 kelurahan. Makanan khas Mukomuko salah satunya paling dikenal yaitu rendang lokan.
Untuk pembangunan di daerah yang notabene masyarakatnya petani dan nelayan ini, cukup pesat. Dimana seluruh wilayah yang terisolir seperti Malin Denam, Selagan Raya, Lubuk Silandak hingga beberapa daerah pendalaman lainnya, sudah mulai terkoneksi dengan peningkatan jalan yang cukup signifikan.
Sejak tahun 2004, transisi dari Bupati karteker ke Bupati definitif, dimana Ichwan Yunus menjadi pemenang Pilkada pertama di Mukomuko. Dengan masa jabatan 2004-2009 dan 2009-2014.
Ichwan Yunus cukup berhasil membawa perubahan didaerah ini secara signifikan. Mulai dari infratruktur jalan koneksi antar kecamatan, jalan usaha tani, jalan produksi dan lainnya.
Bupati Ichwan Yunus juga berhasil membawa triliunan investasi masuk kedaerah ini, dengan pembangunan puluhan pabrik CPO. Dimana warga Mukomuko mayoritas bergantungan dengan hasil tani.
Mulai dari sawit, padi, karet, dan lainnya. Selain tani juga ada sektor perikanan dengan hasil laut yang juga jadi andalan masyarakat Mukomuko. Nelayan pun juga mendapat perhatian khusus waktu itu.
Terobosan lainnya, Ichwan Yunus juga membangun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), pengaktifan Bandar Udara serta berhasil membawa pertumbuhan ekonomi diatas 5 persen.
Maka tak sedikit warga Mukomuko yang menjuluki Ichwan Yunus sebagai bapak pembangunan daerah. Karena selama 10 tahun menjabat, beliau berhasil membawa perubahan besar terhadap daerah.
Tak lupa juga disektor wisata, beliau juga mengembangkan objek wisata unggulan seperti Danau Nibung, yang saat ini menjadi wisata unggungan Mukomuko.
Sosok Ichwan Yunus juga dikenal sangat dekat dengan rakyatnya, hingga tak ada batasan antra pemimpin dan warga. Sering kali beliau belusukan langsung dilokasi-lokasi yang masih terisolir.
Memgecek secara langsung pembangunan infratruktur, bahkan sering terlihat pergi belanja untuk kebutuhannya di pasar, pantai untuk membeli ikan, bahkan tanpa SOP pengawalan.
Hal tersebut ternyata masih membekas dihati masyarakat Mukomuko. Bahkan tak sedikit yang menyatakan kerinduan sosok beliau, dan mengidolakan pemimpin yang sama seperti beliau.
Karena setiap program-program masa kepemimpinannya, memang menyentuh akar rumput. Apa lagi style kepemimpinannya saat itu sering melakukan belusukan hingga kekampung-kapung pendalaman yang ada di Mukomuko.
(Red)

















