Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Teror di Langit Papua: Polisi Temukan 13 Lubang Peluru di Badan Pesawat Smart Air

Nasional, Batuah-news.id – Kepolisian mengungkap temuan mencengangkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait insiden penembakan pesawat Smart Air oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Papua.

Dari hasil penyelidikan di lapangan, petugas menemukan belasan lubang peluru yang menembus badan pesawat menggambarkan betapa mencekamnya detik-detik serangan tersebut.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Yusuf Sutejo, mengatakan hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi menguatkan dugaan bahwa serangan dilakukan secara terencana dan brutal.

“Dari hasil pemeriksaan lokasi kejadian dan bukti fisik yang ditemukan, kami mendapati sebanyak 13 lubang bekas tembakan di bagian tubuh pesawat,” ujar Yusuf.

Peristiwa berdarah itu terjadi saat pesawat Cessna Grand Caravan PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation tengah mendarat di Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel.

Setelah menurunkan penumpang dari rute Tanah Merah dan bersiap menuju apron, tiba-tiba sekitar 20 orang bersenjata api dan tajam menyerbu area bandara.

Suasana berubah kacau. Penumpang yang baru turun maupun yang hendak naik pesawat berhamburan menyelamatkan diri.

Suara tembakan terdengar bertubi-tubi dari berbagai arah. Dalam kepanikan itu, pilot dan kopilot yang berusaha menyelamatkan diri dikejar pelaku hingga akhirnya tewas tertembak di dekat area runway.

“Kesaksian para penumpang yang selamat menjadi petunjuk penting. Mereka menyaksikan langsung kelompok bersenjata menembaki pesawat dan personel di lapangan,” tambah Yusuf.

Kepolisian memastikan hingga kini pengejaran terhadap pelaku masih berlangsung. Berdasarkan hasil investigasi awal, kelompok bersenjata itu diduga melarikan diri ke wilayah Yahukimo, mengingat lokasi bandara berbatasan langsung dengan kawasan tersebut.

“Tim masih melakukan penyisiran di perbatasan Boven Digoel dan Yahukimo. Indikasi awal menunjukkan pelaku berasal dari jaringan KKB wilayah Yahukimo,” tegasnya.

Insiden yang terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026 itu menyisakan duka mendalam. Meskipun 13 penumpang dinyatakan selamat, dua awak pesawat pilot dan kopilot meninggal dunia akibat tembakan jarak dekat.

Aparat gabungan TNI-Polri kini memperketat pengamanan di sejumlah bandara perintis di Papua Selatan untuk mencegah aksi serupa terulang.

Sementara itu, pihak Smart Air bersama Kementerian Perhubungan masih berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk evakuasi pesawat dan proses investigasi lanjutan.

Peristiwa ini menambah daftar panjang aksi kekerasan KKB terhadap fasilitas penerbangan sipil di Tanah Papua, yang selama ini menjadi satu-satunya jalur transportasi vital bagi masyarakat pedalaman.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *