Nasional, Batuahnews.id – Sebuah pernyataan mengejutkan datang dari Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, yang dengan nada tegas menyoroti dugaan penyimpangan dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR), khususnya pada penyaluran KUR BRI Mikro.
Dalam sebuah kesempatan resmi, Purbaya tampak menunjukkan rincian cicilan KUR yang terpampang di layar belakangnya.
Dari situ, ia mengungkap adanya indikasi praktik curang yang berpotensi merugikan pelaku usaha kecil yang seharusnya menjadi penerima manfaat utama.
Dengan nada serius, ia berkata, “Saya beresin, tapi jagain saya ya.”
Kalimat sederhana makna itu menjadi sinyal kuat bahwa upaya membenahi sistem penyaluran KUR bukanlah perkara mudah.
Ia sadar, langkahnya bisa menabrak kepentingan pihak-pihak tertentu yang selama ini mungkin menikmati “celah” dalam sistem kredit rakyat tersebut.
Purbaya menegaskan bahwa dirinya tidak akan menoleransi adanya permainan di balik program yang sejatinya ditujukan untuk memberdayakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Ia menilai, terlalu banyak laporan dan indikasi bahwa sebagian pelaku usaha sulit mengakses dana KUR meski memenuhi syarat, sementara pihak lain justru dengan mudah mendapatkannya.
Menurutnya, kondisi itu menjadi alarm bahwa tata kelola KUR perlu dibersihkan dari praktik kotor yang bisa mencederai kepercayaan publik.
“Kita bicara soal uang negara, uang rakyat kecil. Jangan sampai diselewengkan untuk kepentingan segelintir orang,” tegasnya.
Seruan “jagain saya” yang dilontarkannya bukan tanpa alasan. Ia paham betul, dalam membongkar jaringan penyimpangan seperti ini, resistensi dan tekanan politik bisa muncul dari berbagai arah.
Namun, dengan dukungan masyarakat dan pengawasan publik, Purbaya optimistis reformasi di sektor pembiayaan mikro bisa benar-benar berjalan.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembenahan besar terhadap mekanisme penyaluran KUR di lembaga-lembaga perbankan pelaksana.
Fokusnya bukan hanya mempercepat penyaluran, tetapi memastikan transparansi, keadilan, dan keberpihakan nyata kepada pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional.
Purbaya menutup pernyataannya dengan nada optimistis, bahwa perubahan harus dimulai dari keberanian.
“Kalau kita mau bantu rakyat kecil, kita harus berani lawan yang main curang,” ujarnya.
Langkah berani ini diharapkan dapat membuka jalan bagi pengelolaan dana KUR yang lebih bersih, akuntabel, dan berpihak pada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Kini, publik menunggu realisasi dari janji “bersih-bersih” tersebut, sembari menjaga agar sang menteri tak berjalan sendirian dalam upaya menegakkan integritas keuangan rakyat.
Andika Dwi Pradipta

















