Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

OTT Wamenaker, Delapan Pejabat Terseret, Puluhan Mobil Ikut Disita KPK

Nasional, Batuahnews.id – Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel, terus membuka fakta baru. 

Lembaga KPK itu mengungkap bahwa sebelumnya delapan pejabat dan staf di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan praktik pungutan liar (pungli) terkait perizinan tenaga kerja asing.

Deretan Nama Pejabat yang Jadi Tersangka

Delapan nama yang sudah terseret perkara ini di antaranya:

• Haryanto (HY), Dirjen Binapenta dan PKK periode 2024–2025, dengan dugaan penerimaan mencapai Rp18 miliar.

• Putri Citra Wahyoe (PCW), staf Direktorat PPTKA (2019–2024), dengan nilai sekitar Rp13,9 miliar.

• Gatot Widiartono (GTW), Koordinator Analisis dan Pengendalian TKA (2021–2025), ditaksir menerima Rp6,3 miliar.

• Devi Anggraeni (DA), Direktur PPTKA (2024–2025), dengan aliran dana Rp2,3 miliar.

• Alfa Eshad (ALF), staf Direktorat PPTKA (2019–2024), dengan jumlah Rp1,8 miliar.

• Jamal Shodiqin (JMS), staf Direktorat PPTKA (2019–2024), menerima sekitar Rp1,1 miliar.

• Wisnu Pramono (WP), Direktur PPTKA (2017–2019), dengan nilai Rp580 juta.

• Suhartono (SH), Dirjen Binapenta dan PKK (2020–2023), mendapat sekitar Rp460 juta.

KPK menduga praktik ini sudah melibatkan lebih dari 85 orang pegawai yang ikut meraup keuntungan dari pungli tersebut.

Modus Operandi

Menurut penyidik, modus yang dipakai adalah memperlancar atau memperlambat proses pengajuan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Permohonan hanya diproses bila perusahaan menyetor sejumlah uang, sementara yang tidak membayar akan diulur-ulur bahkan tidak ditindaklanjuti.

Dari total dugaan pungli sebesar Rp53,7 miliar, KPK baru bisa menyelamatkan sekitar Rp8,61 miliar untuk dikembalikan ke kas negara.

Selain urusan RPTKA, OTT yang menyeret Wamenaker Noel juga dikaitkan dengan dugaan pemerasan terhadap perusahaan dalam pengurusan sertifikasi K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Barang Bukti: Uang, Puluhan Mobil, hingga Motor Ducati

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menyebut tim penyidik menyita sejumlah barang bukti yang mencengangkan. 

“Ada uang tunai, puluhan kendaraan roda empat, dan sebuah motor merek Ducati,” ujarnya pada Kamis (21/8/2025).

Selain itu, KPK juga melakukan penyegelan di salah satu ruangan di Kantor Kemnaker pasca OTT tersebut. Saat ini, Noel sudah diamankan di Gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Respons Presiden Prabowo

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima laporan resmi mengenai OTT yang melibatkan Wamenaker.

“Bapak Presiden menyerahkan sepenuhnya kepada KPK untuk menjalankan prosedur hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Beliau menghormati sepenuhnya proses tersebut,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan.

Jejak Politik Immanuel Ebenezer

Immanuel Ebenezer, atau akrab disapa Noel, bukan sosok baru di panggung politik nasional. Lahir pada 22 Juli 1975, ia pertama kali dikenal sebagai Ketua Umum Relawan Jokowi Mania (Joman) yang menjadi barisan pendukung militan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Menjelang Pilpres 2024, Noel sempat mengalihkan dukungannya ke Ganjar Pranowo melalui relawan Ganjar Mania, sebelum akhirnya berbalik arah mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

Keputusannya bergabung dengan Partai Gerindra membawanya maju sebagai calon legislatif dari dapil Kalimantan Utara pada Pileg 2024, meski gagal meraih kursi DPR karena hanya mengumpulkan 29.786 suara.

Pasca kemenangan Prabowo di Pilpres 2024, Noel mendapat kepercayaan menduduki posisi strategis sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan di Kabinet Merah Putih.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *