Inovasi Desa, Batuahnews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) Desa Lubuk Sanai III, Kecamtan XIV Koto, bangun gedung Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berlokasi di Dusun I.
Sesuai Jadwal, Kamis (30/3), Pemdes, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Tim Pendaping Desa Lubuk Sanai III bersama Pemerintah Kecamatan XIV Koto, Babinsa, melaksanakan peletakan batu pertama gedung Bumdes secara simbolis.
Disampaikan Kades Lusan III, Kurniadi mengatakan bahwa pembangunan gedung BUMDes ini menggunakan anggaran Dana Desa (DD) tahap I dengan pagu Rp. 222.885.600 juta dan estimasi pengerjaan kurang lebih 90 hari kerja.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkenaan hadir menyaksikan peletakan batu pertama secara simbolis. Teruntuk tahun ini item fisik yang menjadi prioritas yakni pembangunan gedung BUMDes. Karena selama ini BUMDes Desa Lubuk Sanai III belum memiliki kantor. Maka hasil musyawarah Pemdes bersama BPD dan tokoh masyarakat, tahun ini diprioritaskan berdirinya gedung BUMDes,” katanya.
Masih disampaikannya, Kades Lusan III. Pengerjaan pembangunan akan langsung dilaksanakan oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK). Dirinya berharap kepada TPK agar melaksanakan sebaik mungkin sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
“Besar harapan kami semoga dari awal sampai waktunya selesai pembangunan bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada habatan,” sambung Kurniadi Kades Lusan III.
Pada kesempatan yang sama, Camat XIV Koto, Yusuf Aulawi, SP. Mengapresiasi kepada pihak Pemdes Lusan III dan semua unsur yang keterlibatan dalam kegiatan ini, dirinya mengajak seluruh pihak dapat mendukung pembangunan ini agar hasilnya maksimal.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemdes Lusan III dan khususnya kepada BUMDes Lusan III, karena cukup banyak kegitan telah sukses dilaksanakan, seperti yang tengah dibangun, yaitu berdirinya pabrik mini CPO atau minyak layak konsumsi yang dikelola BUMDes Lusan III,” kata Camat.
Dilanjutkkannya, ia menghimbau kepada Pemdes Lusan III agar segera melakukan penyerapan anggaran APBDes 2023 ini. Ia berharap silpa tahun ini sedikit bahkan tidak ada, agar pembangunan dapat terlaksana.
(Red1).

















