Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Beban Kerja Nambah, Staf SIMRS RSUD Mukomuko Hengkang

Daerah, Batuahnews.id – Usai pelayanan ruang operasi (OK) ditutup akibat stok BMHP habis, giliran tim pengelola Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) RSUD Mukomuko dikabarkan mengundurkan diri.

Informasi terhimpun, beredar kabar melalui pesan whatsapp mengenai pengunduran diri dari salah satu anggota staf SIMRS RSUD Mukomuko. Pesan itu berisi permohonan maaf terkait pengunduran dirinya, juga mengklarifikasi mengenai gangguan jaringan di beberapa titik di rumah sakit kebanggan masyarakat Mukomuko itu.

“Sebenarnya saya enggan menulis ini, tapi apa boleh buat, sebelum ini menjadi bola panas terhadap saya. Maaf beribu maaf, terkait keputusan saya untuk tidak memperpanjang masa kerja di RSUD Mukomuko,” tulis pengirim pesan tersebut.

Menurut Permenkes RI No 82 Tahun 2014 tentang SIMRS, bidang ini cukup vital bagi proses pelayanan di rumah sakit. SIMRS adalah suatu sistem teknologi informasi komunikasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh alur proses pelayanan Rumah Sakit dalam bentuk jaringan koordinasi, pelaporan dan prosedur administrasi untuk memperoleh informasi secara tepat dan akurat, dan merupakan bagian dari Sistem Informasi Kesehatan. Jika sistem ini terganggu, proses layanan di rumah sakit akan ikut terganggu.

Baca Juga: Stok BMHP Habis, Layanan Operasi RSUD Mukomuko Ditutup Sementara

Staf SIMRS RSUD Mukomuko saat ini diketahui berjumlah 4 orang dengan status tenaga kontrak. Keempatnya dikabarkan tidak memperpanjang kontrak di rumah sakit itu. Diduga permohonan penyesuaian penghasilan staf SIMRS tidak mampu dipenuhi yang menjadi penyebabnya. Padahal menurut klarifikasi penulis pesan whatsapp itu, terdapat pekerjaan tambahan di luar tugas biasanya, sesuai dengan petunjuk Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang rekam medis elektronik.

Permohonan penyesuaian penghasilan ini diajukan secara resmi melalui surat Telaah Staf yang ditandatangani Kepala SIMRS RSUD Mukomuko, Amjan Zrovi, kepada Direktur RSUD Mukomuko.

“Kami meminta pertimbangan melalui telaah staf untuk menyelaraskan beban kerja tambahan dengan penghasilan yang diterima,” tulisnya lagi.

Sampai berita ini ditayangkan, Batuahnews.id telah berusaha menghubungi Kepala SIMRS Amjan Zrovi, namun belum terhubung.

Sementara itu, Direktur RSUD Mukomuko dr. Dolatta Karo Karo mengatakan, pihaknya telah merekrut tenaga pengganti Tim SIMRS tersebut.

“Sudah ada penggantinya,” kata Dolatta kepada media ini, Rabu (11/1).

Hingga kemarin, Selasa (10/1), sistem jaringan di RSUD Mukomuko sempat terjadi gangguan di beberapa titik, namun tidak sampai mengganggu pelayanan. Sistem jaringan ini menurut Dolatta, sudah teratasi dan berjalan normal kembali.

(Red)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *