Daerah, Batuahnews.id – Pihak legislatif dalam hal ini Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, mendorong Pemkab untuk kembali usulkan penambahan kuota pupuk subsidi.
Meskipun tahun 2024 ini sudah ada kenaikan dari tahun sebelumnya, namun belum bisa optimal dalam mencukupi kebutuhan para petani di Kabupaten Mukomuko.
Adapun jumlah kuota pupuk subsidi yang diterima Pemkab Mukomuko tahun ini sebanyak 3.100 ton, yang terdiri dari 1.700 ton pupuk Urea, dan 1.400 pupuk NPK.
“Selain masih butuh penambahan kuota, kami harap pihak Dinas Pertanian Mukomuko untuk lebih memperhatikan dalam pendistribusian. Agar pupuk subsidi tersebut tidak disalahgunakan,” kata Zamhari.
Masih Zamhari, pihaknya saat ini banyak menerima keluhan dari para petani, selain dugaan penyaluran tidak tepat sasaran, juga terkait kuota yang masih kurang.
Padahal saat ini untuk lahan sawah saja sudah mencapai 800 hektare lebih, belum lagi ratusan hektare sawit petani atau warga.
“Untuk mewujudkan hasil yang maksimal dalam pertanian ini tentu ujung tombaknya itu pupuk. Jika kita masih kekurangan atau dalam penyaluran tidak tepat sasaran, maka yang akan berdampak pada petani lansung,” sambungnya.
Pihak DPRD Mukomuko juga soroti terkait program pembangunan fisik untuk menunjang pertanian di Mukomuko.
Seperti irigasi, Jalan Usaha Tani (JUT), Jalan Centra Produksi dan lainnya. Pihak legislatif meminta agar seluruh kebutuhan petani menjadi skala prioritas.
Karena hal ini menyangkut dengan program pemerintah pusat, dalam mewujudkan swasembada pangan.
Selain itu juga sangat berpengaruh dengan menjaganya stabilitas angka inflsi di Kabupaten Mukomuko.
“Mulai dari fasilitas sarana dan prasarana, infratruktur, dan lainnya harus kita optimalkan kedepannya. Karena ini sangat penting untuk mewujudkan Mukomuko sebagai daerah yang swasembada pangan dalam beberapa tahun kedepan,” tutup Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari.
Andika Dwi Pradipta/ ADV

















