Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Indeks Kualitas Pendidikan Mukomuko Naik, Tahun 2024 Ini Diatas Standard Nasional

Daerah, Batuahnews.id – Pada 2023, Indeks Kualitas Pendidikan di Kabupaten Mukomuko dibawah standard nasional sebesar 58,17. 

Sehingga Mukomuko mendapatkan raport merah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan maupun dari Kementerian Dalam Negeri. 

Hingga akhirnya di tahun ini. Indeks Kualitas Pendidikan di Kabupaten Mukomuko naik dari 58,17 menjadi 67,95.

“ Benar kita bebas dari rapor merah, karena indeks kualitas atau mutu pendidikan naik menjadi 67,95,” jelas Bupati Mukomuko, Sapuan.

DilanjutkanBupati, dari enam dimensi yang diukur untuk standar pelayanan minimal (SPM) masih kurang maksimal dijalankan.

Baik itu mengenai infrastruktur, kualitas guru, termasuk keamanan di sekolah dan lainnya. 

Tentunya apa yang menjadi catatan ini akan segera dilakukan perbaikan, sehingga tahun depan Indeks Kualitas Pendidikan bisa naik lagi angkanya.

“ Kita akan terus berupaya agar indeks kualitas pendidikan bukan hanya mendapat predikat  Tuntas Muda namun harus Tuntas Paripurna, yang pastinya dilakukan secara bertahap,” sambungnya. 

Masih Bupati, adapun sebanyak enam dimensi yang diukur untuk menentukan Indeks Kualitas Pendidikan yaitu yang pertama terkait dimensi achievement outcomes. 

Di mensi ini mengukur capaian pembelajaran siswa. Kemudian, dimensi kedua yaitu subsequent achievement.

Dimensi ini mengukur capaian keberlanjutan. Mulai lama sekolah, standar kelulusan hingga standar penilaian pembelajaran. 

Selanjutnya untuk dimensi ketiga yakni sosial pedagogy competency. Dimensi ini mengukur kualitas dan kecakapan pengajaran oleh tenaga pendidik. 

Dimensi keempat yaitu, state partially. Dimensi ini mengukur keberpihakan negara dalam pembiayaan dan menentukan regulasi.

Dimensi ini mengukur anggaran pendidikan yang disiapkan APBD hingga kepuasan layanan pendidikan. Dimensi kelima yakni, human resource. Dimensi ini mengukur kualitas pengajar dan kesetaraan gender. 

Sedangkan dimensi keenam yaitu, infrastruktur. Dimensi ini mengukur kualitas infrastruktur layanan pendidikan.

” Dari enam dimensi ini, masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Agar indeks kualitas pendidikan di Kabupaten Mukomuko bisa Tuntas Paripurna,” ujarnya. 

Bupati juga menyatakan, raport kualitas pendidikan yang diraih oleh Kabupaten Mukomuko juga sangat berpengaruh terhadap kinerja pemerintah daerah. 

Jika daerah ini mendapatkan rapot pendidikan merah, maka pemerintah daerah dianggap gagal dalam menangani pendidikan.

Begitu juga sebaliknya, kalau raport pendidikan baik maka pemerintah daerah dinilai sukses dalam menangani masalah pendidikan.

” Selain itu, raport pendidikan juga berpengaruh terhadap bantuan pemerintah pusat ke daerah. Maka dari itu, kami akan terus berjuang agar daerah kita mendapatkan raport pendidikan yang sangat bagus. Dan wujud kerja nyatanya yaitu kita berhasil menaikkan indeks dari 58,17 menjadi 67,95,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta/Adv

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *