Daerah, Batuahnews.id – Transisi Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko, dari Sapuan-Wasri ke Choirul Huda-Rahmadi AB akan berlangsung pada bulan Februari 2025 mendatang.
Jelang selesainya masa bhakti Sapuan-Wasri sebagai Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko periode 2021-2025, sejumlah capaian besar sudah dipersenbahkannya untuk Mukomuko.
Mulai dari masalah krisis listrik, sudah dibangun Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv, oleh PLN Pusat. Dimana gardu induknya bertepatan di Kecamatan Teramang Jaya.
Disektor pertanian juga tak kalah, Bupati bangun bangsal pascapanen didua kecamatan. Yaitu Kecamatan Teramang Jaya dan Kecamatan Selagan Raya.
Bansal pascapanen ini untuk mendukung para petani dalam meningkatkan mutu serta kualitas panen. Tentu dengan sistem modern terbarukan.
Dimana bangsal pascapanen ini juga bisa untuk penyimpanan hasil perkebunan seperti buah-buahan. Bukan hanya untuk cabe, bawang dan lainnya saja.
Anggaran untuk pembangunan dua bangsal ini pun hasil dari lobi pemerintah pusat, melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) 2023, senilai Rp 10 miliar.
” Meskipun banyak rintangan dalam proses menjemput anggaran di pusat, dengan keseriusan seluruh stakeholder, juga gotong royong bahu membahu, alhamdulillah semua dapat kita wujudkan,” ungkap Bupati Mukomuko, Sapuan.
Masih Bupati Mukomuko, untuk pembangunan yang bersifat urgent seperti jembatan Desa Lubuk Silandak juga sudah mendapat titik terang.
Pihaknya pun sudah menerima surat rincian teknis dari Kementerian PU RI, untuk mendapat hibah rangka jembatan, yang rencananya awal tahun 2025 mendatang sudah dilakukan pemasangannya.
” Kita sudah lengkapi secara administrasi dan administratif, rangka jembatan sudah siap untuk kita jemput dari gudang Kementerian PU. Anggarannya pun juga sudah kita siapkan di APBD 2025 ini,” sambungnya.
Harapan Bupati Mukomuko, Sapuan, pemimpin yang akan melanjutkan pemerintahan periode 2025-2030 mendatang, dapat melanjutkan pembangunan dengan sebaik-baiknya.
Karena saat ini nilai logistik di Kabupaten Mukomuko masih sangat tinggi dibanding daerah lain yang ada di Provinsi Bengkulu ini.
” Salah satu faktornya ya infrastruktur kita, maka dalam APBD 2025 yang kita sahkan kemarin, sudah kita poskan anggaran khusus untuk peningkatan infratruktur sebesar Rp 64 miliar,” lanjutnya
Juga beliau menyarankan untuk pemerintahan selanjutnya, agar lebih hati-hati didalam membelanjakan anggaran yang bersumber dari pemerintah pusat.
Karena secara regulasi serta aturannya tidak sama dengan halnya kita menggunakan Dana Alokasi Umum (DAU). Seperti contohnya dana Inpres.
” Dana Inpres itu sistemnya dikerjakan dulu, baru kita klaim untuk proses pembayaran. Maka disini kita harus jeli dan teliti benar. Karena ada dibeberapa daerah di Provinsi kita gagal penggunaan dana Inpresnya. Karena tidak memahami secara teknis dalam proses penggunaannya,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta/Adv

















