Nasional, Batuahnews.id – Sampai saat ini Kementrian kesehatan Gaza mendata angka kematian di wilayah tersebut kurang lebih 10 ribu. Dilangsir dari Aljazeera, sebanyak 10 ribu ini selama 31 hari yang disebabkan serangan Israel.
Adapun dari jumlah 10 ribu itu sebanyak 4.104 orang korban diantaranya anak-anak, dan saat ini juga masih banyak korban terjebak di runtuhan bangunan.
“Untuk jumlah diperkirakan akan meningkat karena setidaknya 2.000 orang masih tertimbun reruntuhan. Masalahnya dikarenakan kurangnya alat berat dan mesin, tim penyelamat di lapangan tidak dapat mengeluarkan mayat-mayat ini dari bawah reruntuhan,” kata koresponden Aljazeera Hani Mahmoud melaporkan dari Khan Younis di Gaza.
Sedangkan, untuk jumlah orang yang terluka sejak dimulainya pemboman pada 7 Oktober telah meningkat menjadi 25.408 orang, bahwasnya Israel telah melakukan 18 serangan yang menewaskan 252 orang.
Terpisah, Direktur kelompok Gaza Fikr Shalltoot mengatakan, pihaknya menyaksikan kekejaman Israel yang mana menghancurkan rumah sakit, dan sekolah hancur menjadi puing-puing.
“Berapa banyak lagi kematian yang diperlukan untuk mengakhiri serangan ini – 50.000, 100.000?,”kata Fikr Shalltoot.
Selain itu, saat ini persediaan bahan bakar 16 dari 35 rumah sakit di Gaza harus memberhentikan operasi. Hal ini disebabkan jumlah orang terluka meningkat, serta PBB mengatakan bahwa lebih dari 1,5 juta orang atau lebih dari separuh populasi Gaza, telah mengungsi.
Andika Dwi Pradipta

















