Batuahnews – Beredar di sosial media, video klarifikasi terkait dugaan percobaan begal di Desa Ratak Mudik, korban Riza Julianti (19) warga Ipuh, merasa keberatan dengan video klarifikasi yang diambil oleh pihak kepolisian tersebut, viral di media sosial.
Berdasarkan keterangan Riza, yang dirinya mengaku hampir jadi korban begal tersebut, kejadiannya Rabu (28/12) sekira sesudah magrib. Ketika diperjalanan dari Retak Mudik menuju Ipuh rumahnya.
Video klarifikasi yang diambil oleh anggota Kepolisian Sungai Rumbai tersebut, yang mana Riza mengungkapkan di video tersebut, kejadian percobaan begal belum tentu adanya, karena saat itu dia dalam kondisi cemas.
Sementara status WhatsApp Riza saat itu, yang mengaku hampir jadi korban begal di Desa Ratak Mudik, sudah banyak dibagikan oleh masyarakat di sosial media.
Statement video klarifikasi tersebut, diakuinya itu bukan kehendak dirinya, melainkan disuruh klarifikasi oleh pihak kepolisian, dengan narasi yang sudah disiapkan oleh pihak Polsek Sungai Rumbai.
Merasa mengalami percobaan begal tersebut, Riza melihat video klarifikasi yang sudah viral, membeberkan kejadian yang dialaminya, termasuk saat itu dijemput untuk dimintai keterangan di kantor Polsek Ipuh, tanpa pendampingan.
“Di video tersebut, saya disuruh oleh pihak kepolisian. Narasi tersebut juga disiapkan oleh pihak polisi, jadi sesuai intruksi mereka ya saya ikut saja. Padahal yang saya alami itu sudah mengancam hidup saya,”terang Riza Julianti yang menghubungi Batuah News melalui pesan messenger Facebook, Jumat (30/12).Â
Dilanjutkannya, dirinya terkejut saat video klarifikasi yang diambil pihak kepolisian tersebut viral, di sosial media. Beliau merasa dirugikan, karena banyaknya hujatan dan dianggap menyebar berita palsu (hoax).
Sementara itu, pihak Polsek Sungai Rumbai menanggapi hal tersebut. Menghimbau apapun bentuk kejadiannya, agar segera berkoordinasi cepat, dan melaporkan kepada pihak berwajib.
“Kami menghimbau kepada masyarakat bijaklah menggunakan Sosmed. Juga stop membully saudari Riza terkait masalah ini. Karena orang yang bersangkutan sudah mengklarifikasi kepada pihak Polsek Sungai Rumbai. Hal ini mungkin dilakukan karena merasa ketakutan saat berkendara sendiri dimalam hari, tiba-tiba ada yang memberhentikannya,” ungkap Kapolsek Sungai Rumbai Ipda M. Azhara K, S.H.
Kemudian ia juga menghimbau agar status medsos, audio, maupun visual sehubungan dengan kejadian tersebut, untuk tidak disebarluaskan. Masyarakat juga diminta agar tetap selalu waspada.
Ibnu Afdaldi


















Eli nama emaknya
Baik buk, sudah diralat tadi buk.