Daerah, Batuahnews.id – Bupati Mukomuko H. Sapuan mengundang media yang ada di Kabupaten Mukomuko di Eks Rumdin Bupati Mukomuko, untuk mengklarifikasi mengenai menjudge media online dalam kata sambutannya pada peresmian kantor Kebangsaan Polres Mukomuko, Kamis (7/9).
Sebelumnya bupati Mukomuko mengatakan “Tangan kita lebih cepat dari pada otak menulis di media online, sehingga merusak citra image negara kita, merusak sosial dan kesatuan-kesatun kita”
Kemudian bupati Sapuan mengklarifikasi atas ucapannya dan melakukan permintaan maaf kepada media online yang ada di Kabupaten Mukomuko,” Jumat (8/9).
“Saya tidak bermasud untuk menyudutkan media online, hanya saja yang saya sampaikan itu media sosial. Kalau saya ngomongnya salah ucap, saya mohon maaf. Jujur saja, saya tidak ada bermaksud menyinggung kawan – kawan media. Bahasa saya itu murni salah ucap, sekali lagi saya mohon maaf,” katanya.
Lebih lanjut bupati Sapuan menyampaikan, bahwa peran media selain membantu pemerintah daerah dan juga kepada masyarakat, media juga menjadi pendorong pemerintah daerah dalam menjemput anggaran dari pemerintah pusat.
“Misalnya, dana Inpres untuk membangun ruas jalan di Mukomuko ini. Dana DAK untuk pembangunan rumah sakit pratama di Ipuh dan masih banyak yang lainnya. Semua berkat berita dari kawan – kawan media. Untuk itu, keberadaan media sangat kami butuhkan dalam proses dorongan percepatan pembangunan di kabupaten Mukomuko,” bebernya.
Weri Tri Kusumaria, SH,MH Ketua SMSI Kabupaten Mukomuko mengucapkan terima kasih kepada bupati Mukomuko Sapuan yang sudah mengklarifikasi atas statement kemarin yang sempat menghebohkan kalangan media.
“Dengan keluarnya klarifikasi yang disampaikan bupati tadi, kami dari SMSI Mukomuko resmi batal melaporkan Bupati ke Polisi. Semua sudah kelar, bahasa yang disampaikan bupati itu media sosial, bukan media online. Oleh sebab itu, kedepan saya berharap semoga hal seperti ini tidak terjadi, kami ini mitra pemerintah daerah,” tutup Weri.
Ibnu Afdaldi

















