Daerah, Batuah-news.id – Keluhan gas LPG 3 kg langka di Mukomuko ditindaklanjuti Disperindagkop dan UKM. Petugas turun langsung ke lapangan untuk sidak ke pangkalan-pangkalan.
Sidak digelar di sejumlah desa di dua kecamatan, yakni XIV Koto dan Lubuk Pinang. Tim cek stok, alur distribusi, sampai harga jual ke warga.
Kepala Disperindagkop dan UKM Mukomuko, Syafriadi, mengatakan untuk hasil di lapangan menunjukkan warga masih membeli sesuai Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan.
“Berdasarkan data di lapangan setelah kami cek dan konfirmasi langsung ke masyarakat, mereka membeli sesuai dengan harga HET. Jadi untuk harga masih aman,”* ujar Syafriadi.
Namun, ada catatan penting di Kecamatan XIV Koto. Jumlah pangkalan di sana masih terbilang kurang, sehingga distribusi belum bisa menjangkau semua wilayah.
“Namun di XIV Koto kekurangan pangkalan sehingga semua tidak bisa tercover. Ke depan Disperindag akan menyurati agen untuk menambah pangkalan di wilayah-wilayah yang terjadi kelangkaan,” tambahnya.
Camat XIV Koto Andrianto membenarkan kondisi itu. Ia meminta warga bersabar sambil menunggu penambahan titik pangkalan.
“Memang di beberapa desa warga agak susah dapat gas melon. Kami dari kecamatan sudah koordinasi dengan Disperindag biar agen cepat tambah pangkalan. Mudah-mudahan ke depan distribusinya lebih merata,”ungkap Andrianto.
Disperindagkop Mukomuko memastikan pengawasan akan terus berjalan. Kalau ada pangkalan yang jual di atas HET atau menimbun, langsung ditindak.
Andika Dwi Pradipta

















