Daerah, Batua-news.id – Akses pengurusan administrasi bagi para pencari kerja di Kabupaten Mukomuko kini semakin dipangkas demi kenyamanan masyarakat.
Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Mukomuko tengah gencar mengedukasi warga, khususnya angkatan kerja muda, untuk mulai beralih memanfaatkan layanan Kartu Pencari Kerja atau yang akrab dikenal sebagai AK.1 secara daring.
Fasilitas digital ini sengaja digulirkan sebagai jawaban atas tantangan zaman. Dengan sistem yang terintegrasi secara internet, masyarakat tidak perlu lagi meluangkan waktu dan ongkos untuk datang langsung ke kantor dinas, melainkan bisa mengaksesnya dengan mudah lewat gawai dari rumah masing-masing.
Langkah ini diambil bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari komitmen besar pemerintah daerah untuk mereformasi sistem pelayanan publik.
Selain memotong birokrasi yang selama ini dinilai menyita waktu, digitalisasi layanan AK.1 ini diharapkan mampu menciptakan basis data ketenagakerjaan yang lebih akurat, cepat, dan transparan.
Kepala Disnakertrans Kabupaten Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP, angkat bicara mengenai urgensi perubahan sistem ini.
Menurutnya, mengantongi AK.1 format digital sudah menjadi modal wajib bagi siapa saja yang ingin bersaing di pasar kerja modern saat ini.
”Dunia industri dan instansi pemerintahan sekarang mayoritas sudah bermigrasi ke sistem rekrutmen online. Oleh karena itu, dokumen pendukung seperti AK.1 pun harus menyesuaikan formatnya agar proses verifikasi berkas saat melamar pekerjaan bisa berjalan selaras dan instan,” ujar Nurdiana.
Pihak dinas juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing tenaga kerja lokal Mukomuko.
Dengan sistem online, para pencari kerja bisa bergerak lebih gesit dan tidak kehilangan momentum berharga saat lowongan pekerjaan impian mereka dibuka oleh perusahaan.
Lanjut Nurdiana, ia kembali mengingatkan sekaligus menyemangati generasi muda di Mukomuko untuk tidak menunda-nunda pendaftaran ini agar kesempatan kerja yang ada tidak terbuang sia-sia.
”Kami tidak ingin ada warga Mukomuko yang gagal ikut seleksi kerja hanya karena terkendala urusan administrasi yang terlambat. Sistem sudah kami permudah, jadi manfaatkanlah peluang ini sebaik mungkin dari rumah. Jangan tunggu lowongan buka baru sibuk mengurusnya,” pungkas Nurdiana.
Andika Dwi Pradipta

















