Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko kini tengah bergerak aktif menyisir berbagai potensi pajak daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.
Langkah ini diambil guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi menyokong kelancaran pembangunan di wilayah tersebut.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Mukomuko, Haryanto, mengungkapkan bahwa fokus utama saat ini adalah memaksimalkan pungutan dari sektor-sektor produktif.
Beberapa di antaranya meliputi pajak reklame, pajak air tanah, hingga berbagai instrumen pajak lainnya yang bersentuhan langsung dengan aktivitas perusahaan dan pihak swasta di Mukomuko.
”Kami terus berupaya mengoptimalkan potensi pajak yang ada, mulai dari reklame hingga penggunaan air tanah oleh perusahaan. Ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan kemandirian fiskal daerah kita,” jelas Haryanto.
Menurut Haryanto, optimalisasi ini sangat krusial agar kualitas pelayanan publik dan infrastruktur dapat ditingkatkan.
Ia menyebutkan, target PAD dari sektor tertentu saat ini berada di kisaran Rp23 miliar dan diharapkan mampu tercapai sesuai realisasi yang direncanakan. Sementara secara keseluruhan, total PAD Mukomuko saat ini mencapai sekitar Rp63 miliar.
Pemerintah daerah optimis angka ini bisa terus tumbuh secara bertahap seiring dengan perbaikan sistem pemungutan di lapangan.
Tak hanya menyasar sektor korporasi, BKD juga tengah membenahi administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Haryanto menjelaskan bahwa validasi data terus dilakukan agar tagihan yang dikirimkan ke masyarakat lebih akurat.
Dalam waktu dekat, surat tagihan PBB akan segera dicetak dan didistribusikan ke seluruh desa di Kabupaten Mukomuko. Ia pun berharap partisipasi aktif dari warga dalam memenuhi kewajiban pajaknya.
”Data PBB terus kita perbarui supaya tidak ada kekeliruan. Harapan kami, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak semakin baik, karena manfaatnya akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan daerah,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta

















