Daerah, Batuah-news.id — Upaya peningkatan kesiapsiagaan terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko seiring meningkatnya potensi bencana alam di wilayah tersebut.
Curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi dalam dua hari terakhir mulai menimbulkan dampak di sejumlah titik.
Kondisi ini mendorong BPBD untuk memperkuat sistem respons cepat guna meminimalkan risiko yang mungkin timbul.
Salah satu langkah yang kini dioptimalkan adalah pengoperasian layanan call center darurat 117 yang aktif selama 24 jam setiap hari.
Layanan ini disiapkan sebagai jalur pelaporan bagi masyarakat apabila terjadi kejadian bencana di lingkungan sekitar.
“Saat ini curah hujan di wilayah Mukomuko cukup tinggi. Untuk mempercepat penanganan, kami membuka layanan call center agar masyarakat bisa segera melaporkan kejadian yang terjadi,” ujar pihak BPBD.
Ia menjelaskan, dalam kondisi cuaca ekstrem, ancaman bencana hidrometeorologi menjadi hal yang perlu diwaspadai.
Beberapa di antaranya meliputi banjir, angin kencang, puting beliung, tanah longsor, hingga gelombang laut tinggi.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi lingkungan.
Warga diimbau tidak membuang sampah sembarangan, rutin membersihkan saluran air maupun sungai, serta memangkas dahan pohon yang berpotensi membahayakan.
BPBD menegaskan, layanan call center 117 bukan sekadar pusat pengaduan, melainkan bagian dari sistem terpadu penanganan bencana di daerah. Layanan tersebut terhubung langsung dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD yang siaga setiap saat.
Selain itu, koordinasi juga melibatkan berbagai pihak, seperti Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan mampu mempercepat respons di lapangan sehingga dampak bencana dapat ditekan semaksimal mungkin.
“Peran aktif masyarakat sangat kami harapkan. Dengan melaporkan lebih cepat dan menjaga lingkungan, penanganan bisa dilakukan lebih dini sehingga risiko bencana dapat diminimalkan,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















