Daerah, Batuah-news.id – Pelaksanaan Salat Idulfitri oleh jamaah Muhammadiyah di Kabupaten Mukomuko berlangsung dengan penuh kekhusyukan dan ketertiban, menandai berakhirnya bulan suci Ramadan.
Sejak pagi hari, ratusan jamaah tampak memadati lokasi pelaksanaan salat dengan suasana yang tertib dan penuh kekhidmatan.
Salat Id digelar di dua titik utama di wilayah Kota Mukomuko, yakni di halaman SMP Negeri 1 Mukomuko serta di Masjid Muhammadiyah.
Kedua lokasi tersebut dipadati jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua, yang datang untuk bersama-sama menunaikan ibadah salat Id.
Pelaksanaan salat berlangsung lancar dengan rangkaian ibadah yang diawali takbir, dilanjutkan salat berjamaah, hingga penyampaian khutbah Idulfitri.
Dalam khutbahnya, khatib Ustadz Adi Satriadi mengingatkan jamaah agar tidak melupakan nilai-nilai spiritual yang telah ditempa selama bulan Ramadan.
“Ramadan bukan sekadar momentum ibadah tahunan, melainkan sarana untuk membentuk pribadi yang lebih bertakwa. Nilai-nilai keimanan dan ketakwaan yang telah dibangun selama bulan suci ini harus terus dijaga dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Ustadz Adi Satriadi.
Ia menekankan bahwa keberhasilan seseorang dalam menjalani Ramadan sejatinya tercermin dari sikap dan perilaku setelah bulan tersebut berlalu.
Menurutnya, konsistensi dalam menjaga ibadah, kejujuran, serta kepedulian sosial menjadi indikator penting dalam mempertahankan kualitas keimanan.
Selain itu, khatib juga mengajak jamaah untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, terutama di tengah kehidupan sosial yang terus berkembang.
Momentum Idulfitri, kata dia, menjadi waktu yang tepat untuk saling memaafkan dan mempererat hubungan antar sesama.
Suasana pelaksanaan salat Id pun berjalan dengan tertib dan aman, dengan jamaah mengikuti seluruh rangkaian ibadah hingga selesai.
Usai salat, sebagian jamaah tampak saling bersalaman dan bermaaf-maafan, menciptakan nuansa kebersamaan yang hangat di hari kemenangan.
Di akhir khutbahnya, Ustadz Adi Satriadi kembali mengingatkan pentingnya menjaga semangat Ramadan agar tidak pudar seiring berjalannya waktu.
“Jangan biarkan semangat ibadah yang telah kita bangun selama Ramadan hilang begitu saja. Jadikan Idulfitri sebagai titik awal untuk terus meningkatkan kualitas diri dalam beribadah dan bermuamalah,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















