Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

DPRD Mukomuko Apresiasi Kesiapan Vaksin Ternak, 4.000 Dosis Disiapkan Cegah Penyakit Ngorok

Daerah, Batuah-news.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko menilai langkah pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian (Distan) dalam menyiapkan ribuan dosis vaksin untuk ternak sebagai upaya strategis dalam melindungi sektor peternakan dari ancaman penyakit menular.

Upaya ini dilakukan menyusul tingginya kasus penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau yang lebih dikenal sebagai penyakit ngorok pada tahun sebelumnya yang menyerang ratusan hingga ribuan ternak di wilayah tersebut.

Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko melalui Bidang Peternakan telah menyiapkan sekitar 4.000 dosis vaksin SE yang akan digunakan untuk program vaksinasi pada tahun 2026.

Vaksin tersebut diberikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida. Penyakit ini diketahui dapat menyerang sapi dan kerbau serta berpotensi menyebabkan kematian mendadak pada hewan ternak.

Program vaksinasi ini diharapkan mampu meningkatkan kekebalan tubuh ternak sehingga dapat menekan risiko penyebaran penyakit di kalangan peternak.

Data dari Dinas Pertanian mencatat, sepanjang tahun 2025 lalu terdapat sedikitnya 1.530 ekor ternak di Kabupaten Mukomuko yang terinfeksi penyakit ngorok.

Bahkan jika memperhitungkan kasus yang tidak sempat dilaporkan, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 2.000 ekor.

Sebagian ternak yang terjangkit penyakit tersebut terpaksa dipotong secara darurat karena tidak dapat diselamatkan, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi para peternak.

Ketua DPRD Mukomuko, Zamhari, mengatakan pihaknya mengapresiasi langkah antisipatif yang dilakukan oleh pemerintah daerah dengan menyiapkan vaksin bagi ternak.

Menurutnya, sektor peternakan merupakan salah satu sumber penghidupan masyarakat sehingga perlu mendapat perhatian serius agar tidak terdampak oleh wabah penyakit.

“Langkah pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian ini sangat baik sebagai upaya pencegahan. Dengan adanya vaksinasi, diharapkan ternak milik masyarakat bisa lebih terlindungi dari penyakit ngorok yang sebelumnya sempat menimbulkan kerugian cukup besar,” ujar Zamhari.

Ia juga berharap program vaksinasi tersebut dapat dilaksanakan secara merata di seluruh wilayah yang memiliki populasi ternak cukup tinggi.

“Harapan kami program vaksinasi ini benar-benar menjangkau para peternak di berbagai kecamatan. Selain itu, peternak juga perlu aktif melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala penyakit agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tambahnya.

Hingga awal Maret 2026, belum ditemukan laporan kasus baru penyakit ngorok di Kabupaten Mukomuko. Meski begitu, petugas dari Bidang Peternakan tetap melakukan pemantauan di lapangan untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit pada ternak.

Pemerintah daerah juga mengimbau para peternak agar segera melaporkan kepada petugas jika menemukan ternak dengan gejala seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, atau keluarnya lendir dari hidung, sehingga penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.

Andika Dwi Pradipta/Adv

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *