Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Warning Bagi Pejabat Mukomuko, Bupati: Jangan Khianati Petani!

Daerah, Batuahnews.id – Pasca dilantik tahun 2020 lalu, Sapuan-Wasri, Bupati dan Wakil Bupati Mukomuko langsung putuskan rantai dugaan pungli diseluruh pabrik CPO.

Terbukti tidak pernah ada lagi fenomena setiap hari besar idul fitri dan HUT Mukomuko harga turun, tidak menyesuaikan penetapan harga dari pemerintah provinsi.

Hal ini pun sudah jadi rahasia umum selama ini. Bahkan salah seorang petani sawit di Kecamatan Air Manjuto, Tono, sangat mengapresiasi terobosan awal Sapuan-Wasri pasca dilantik.

” Dulu setiap jelang HUT Mukomuko, jelang idul fitri itu udah langganan harga TBS sawit hancur-hancuran benar. Bahkan pernah terjun benas hingga 500 perak perkilogramnya,” jelas Tono.

Masih dilanjutkan Tono, saat ini meskipun kadang ada penurunan, tapi tidak seberapa. Bahkan bisa dibilang saat ini relatif harga TBS sawit stabil.

Harga TBS Kepala Sawit, 23 September 2024:

  1. PT. SAPTA:  2480/Kg
  2. PT. KSM:     2.510/Kg(+40)
  3. PT. MMIL:   2.530 /kg(+40)
  4. PT SSS:       2.510/Kg(+40)
  5. PT. SAP:       2.470/Kg(+40)
  6. PT. KAS:      2.510/Kg(+40)
  7. PT. DDP:      2.590/kg(+40)
  8. PT. USM:     2.420/kg
  9. PT. BMK:    2.600/Kg(+50)
  10. PT. GSS:    2.600/Kg(+40)
  11. MPRA:         TUTUP/LIBUR

” Alhamdulillah lah, era Sapuan-Wasri sudah putuskan budaya yang merugikan kita masyarakat Mukomuko, terutama bagi kami petani. Kita berharap pemimpin itu ya begini, pro terhadap kepentingan rakyat,” tutupnya.

Bupati Mukomuko, Sapuan, dengan tegas ingatkan selurun instansi atau OPD terkait untuk tidak datang ke perusahaan-perusahaan CPO yang ada.

” Saya ingatkan, tidak ada pejabat atau plat merah menyambangi pabrik-pabrik sawit yang ada. Jangan kita jadi penghianat di negeri sendiri, dan jangan beri ruang kompromi untuk kepengingan pribadi,” tegas Sapuan, Bupati Mukomuko.

Dinas Pertanian Mukomuko juga melakukan monitoring setiap harinya harga TBS sawit diselurun pabrik yang ada di Mukomuko.

Dan tahun ini Distan Mukomuko juga menyiapkan lahan sebanyak 10 hektare, untuk pengembangan bawang merah dan cabai.

Selain itu program replanting atau peremajaan sawit di Mukomuko, mendapat kuota hampir 800 hektare. Saat ini progresnya sudah mencapai 50-60 persen.

Distan juga bangun 2 bangsal pascapanen dengan sistem terbarukan serta modern. Dimana bangsal ini nanti bukan hanya untuk penyimpanan bawang dan cabai, namun untuk buah-buahan pun bisa.

Pembangunan bangsal pasca panen ini melalui sumber Dana Alokasi Khusus (DAK) 2024. Lokasi pembanguan di Kecamatan Selagan Raya dan Teramang Jaya.

” Kita sudah tunjuk kelompok yang kita percayai untuk pengelolaan bawang merah dan cabai ini. Tahun ini kita juga dapat penambahan kuota pupuk subsidi, dan beberapa alsintan yang kemari sudah kita bagikan pada kelompom penerima,” ungkap Kadistan Mukomuko, Fitriani Ilyas.

Andika Dwipradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *