Daerah, Batuahnews.id – Melihat dari postur APBD 2025 Provinsi Bengkulu, hasil dari efisiensi anggaran yang dilakukan beberapa waktu lalu membuat warga Mukomuko tersulut emosi.
Dimana anggaran Rp 500 miliar lebih untuk pembangunan infrastruktur se Provinsi Bengkulu nihil untuk Kabupaten Mukomuko.
Padahal masih sangat banyak jalan provinsi khususnya di Mukomuko yang saat ini belum tersentuh dalam kondisi memprihatinkan.
Salah seorang praktisi hukum sekaligus tokoh pemuda Mukomuko, Weri Trikusumaria, menyayangkan hal tersebut.
Karena Mukomuko seperti dianak tirikan oleh Gubernur, Helmi Hasan. Setidaknya kurang lebih 30 persen jalan provinsi di Mukomuko ini dalam kondisi rusak parah.
” Jika memang tidak ada satu perak pun masuk ke Mukomuko dari ratusan miliar tersebut, kita harap seluruh pemangku adat, agama, pemuda serta unsur lainnya menyikapi hal ini dengan serius,” ungkap Weri.
Ia menambahkan, bahwa Kabupaten Mukomuko ini salah satu daerah paling banyak menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) di provinsi ini.
Jika Mukomuko tidak dimasukkan dalam skala prioritas pemerintahan Helmi-Mian, maka tidak ada salahnya Mukomuko usulkan untuk pisah dari provinsi Bengkulu.
” Kami kira kita lebih tepat bergabung dengan Sumatera Barat atau Jambi saja. Jika memungkinkan kita usul untuk pemekaran provinsi baru,” imbuhnya.
Masih Weri, harapan kita Pemkab Mukomuko bersama perwakilan kita di DPRD Provinsi Bengkulu dapat menjemput bola untuk alokasikan anggaran pembangunan masuk ke daerah ini.
Karena selain infrastruktur jalan, juga masih banyak jembatan yang menjadi tanggungjawab Pemprov yang harus di perbaiki segera, karena sifatnya urgent di Mukomuko ini.
” Kita heran, kenapa Mukomuko diskip atau dilewati oleh Pemrov. Apa kita ini tidak dianggap dari bagian provinsi Bengkulu? Apa daerah kita ini memang tidak berkontribusi selama ini?,” tanya serta ditutup oleh Weri.
Andika Dwi Pradipta

















