Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pertanian (Distan) kembali mengajukan usulan bantuan benih padi jenis inbrida untuk mendukung kegiatan tanam petani pada tahun anggaran 2026.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus menjaga stabilitas produksi beras lokal.
Total bantuan benih padi yang diajukan mencapai sekitar 86.077 kilogram atau lebih dari 86 ton. Benih tersebut direncanakan akan disalurkan kepada sejumlah kelompok tani yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Mukomuko.
Program ini diharapkan dapat membantu petani meningkatkan hasil panen sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan daerah.
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, luas lahan sawah aktif di Kabupaten Mukomuko saat ini mencapai sekitar 3.443 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan sentra produksi padi.
Adapun rencana distribusi lahan penerima bantuan benih meliputi Kecamatan Ipuh seluas 116 hektare, Selagan Raya 686 hektare, Air Manjuto 278 hektare, V Koto 90 hektare, Lubuk Pinang 1.815 hektare, Malin Deman 84 hektare, serta Kecamatan XIV Koto seluas 374 hektare.
Sementara itu, musim tanam padi di Kabupaten Mukomuko telah dimulai sejak Januari 2026. Hingga pertengahan Februari, tercatat sekitar 1.962,40 hektare lahan telah ditanami padi oleh para petani.
Wakil Ketua I DPRD Mukomuko, Wisnu Hadi, menyampaikan dukungannya terhadap langkah pemerintah daerah yang terus mendorong peningkatan produksi pangan melalui bantuan benih kepada para petani.
Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di Kabupaten Mukomuko.
“Program bantuan benih ini sangat penting untuk membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan ketersediaan benih yang berkualitas, diharapkan hasil panen petani juga bisa meningkat,” ujar Wisnu Hadi.
Ia juga berharap program tersebut dapat menjangkau kelompok tani yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara merata.
“Harapan kami bantuan benih ini dapat disalurkan tepat sasaran kepada kelompok tani yang aktif. Dengan begitu produksi beras lokal di Mukomuko bisa terus meningkat dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta/Adv

















