Daerah, Batuahnews.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, meninjau beberapa pangkalan elpiji yang ada di Kabupaten Mukomuko untuk memastikan distribusi gas elpiji berjalan dengan tepat sasaran.
“Kami melakukan penelusuran terhadap pangkalan di Kecamatan Kota dan Kecamatan Air Manjunto, dari hasil penelusuran lapangan yang kami lakukan, kami pastikan stok LPG 3 kilogram dalam kondisi Aman,” kata Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Mukomuko Nurdiana.
Nurdiana menjelaskan, ia melakukan sidak ke 6 pangkalan. Hasilnya sebagian besar mematuhi aturan, termasuk verifikasi KTP pembeli.
Selain itu juga, sidak ini untuk memastikan gas LPG subsidi ketersedian mengingat dalam beberapa hari terakhir masyarakat mengeluhkan jika harganya mahal.
“Kami hanya mensosialisasi agar pangkalan sesuai aturan untuk menjual, jangan prioritas warung akan tetapi prioritaskan lah masyarakat,” jelas Nurdiana.
Ia menekankan pengawasan difokuskan pada pangkalan hingga pengecer untuk mencegah praktik penimbunan atau penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Biasanya masalah terjadi di tingkat warung yang menaikkan harga, seperti sampai Rp30 ribu. Tapi selama di agen, stok dan harga terkendali di harga eceran tertinggi (HET),” ungkap Nurdiana.
Lanjut Nurdiana, untuk pangkalan di Kabupaten Mukomuko sebanyak 250 pangkalan, dan juga untuk melakukan pengawasan terhadap gas LPG 3 kg ini, pihaknya berkolaborasi dengan pihak dari PT Gresik dan agen PT CBL.
“Untuk distribusi gas LPG 3 Kg yang masuk dari PT CBL dan PT Gresik lebih kurang 4000 tabung,”tutur Nurdiana.
Lebih lanjut Nurdiana, pihaknya akan memberikan sanksi terhadap oknum pangkalan gas yang diduga melakukan penimbunan sehingga menyebabkan kelangkaan dan naiknya harga jual gas bersubsidi.
“Pangkalan gas nakal ini akan diberikan tindakan tegas berupa sanksi teguran dan tertulis maupun sanksi lain seperti pencabutan izin serta lainnya,” pungkas Nurdiana.
Andika Dwi Pradipta

















