Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ketika Wawali Bengkulu Bernostalgia Lewat Gebyar Gamat

Foto: Dok. Batuah News

Daerah, Batuahnews.id – Wakil Walikota Bengkulu Dr. Dedi Wahyudi, S.E., M.M bernostalgia dalam gerakan Tari Gamat. Sanggar kesenian Gamat Awak Kota Mukomuko, menggelar semarak Gebyar Gamat yang diikuti oleh masyarakat, baik kaum ibu-ibu maupun bapak-bapak. Gebyar Gamat ini dihelat saat Dedi pulang ke kampung halaman, yang dilaksanakan di Taman Bundaran Kota Mukomuko, Minggu (23/4).

Selain itu, pihak sanggar gamat juga menari dari rumah ke rumah. Hal ini menurut pegiat gamat, agar semua pihak dapat melestarikan kesenian gamat ini.

Seperti lebaran kedua kemarin. Komunitas gamat menampilkan tarian di kediaman rumah dinas Bupati Mukomuko, H. Sapuan, S.E., M.M., Ak., C.A., C.P.A.

Acara pelestarian gamat ini digelar dua hari, yakni pada lebaran kedua dan ketiga. Kali ini Sanggar Gamat Awak Mukomuko, mendatangi kediaman orang tua Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi. Wawali ikut menari dan bernostalgia dengan tarian ini, Senin (24/4).

Diketahui, tari ini merupakan jenis tari melayu dan diperankan saat menyambut raja-raja pada zaman kerajaan dahulu. Alat musiknya juga tradisonal, menggunakan alat ‘kecipuang’ (gendang) dan alat musik kecaping atau kecapi.

Di dalam tari gamat terdapat beberapa lagu saat dimainkan. Beberapa nama lagu yang kerap ditampilkan misalnya lagu Sempaya, Mak Inang, Selendang Mak Inang, Pulau Pinang, Cerai Kasih, Cantik Manih, Can Malican, Berburu, Cesmarilom, Tanjung Perak, dan ditutup dengan lagu Cik Siting.

Menariknya, masyarakat Kota Mukomuko berantusias menyaksikan dan ikut menari bersama Tari Sakora Gamat. Dengan alunan kecapi dan gendang ciri khas musik dari tarian ini.

Sekretaris Sanggar Gamat Awak Mukomuko, Despardi mengatakan, adanya acara seperti ini agar dapat melestarikan kembali tarian ini. Karena kesenian ini telah lama dan jarang dimainkan lagi.

“Kami menampilkan kesenian Mukomuko, intinya kami mengajak dan melestarikan kesenian Gamat ini. Acara ini akan berlangsung hari ini dan besok lebaran ketiga,” ungkap Despardi, Minggu (23/4).

Ditambahkannya, kedepan kesenian ini akan terus didorong agar dapat dilestarikan dari generasi ke generasi. Pihaknya mendorong Gamat dapat dikembangkan lewat generasi muda di Kabupaten Mukomuko.

“Berharap kedepan kesenian ini dapat dilestarikan oleh semua kalangan. Ini kesenian Mukomuko asli, apa lagi komunitas dan sanggar lain dapat berkolaborasi lebih dari ini,” sampainya.

Sementara itu, Camat Kota Mukomuko, Yulia, S.E.,M.Si mengatakan bahwa hadirnya kesenian ini pada momentum lebaran merupakan inisiasi dari pihak penggemar dan pecinta kesenian tari gamat.

“Penampilan kesenian ini merupakan dorongan dari pihak pencinta dan penggemar gamat, kita hanya memfasilitasi saja. Ke depan, harapan kita mudah-mudahan tari gamat menjadi salah satu icon Mukomuko,” demikian Yulia.

(Andika Dwi Pradipta)

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *