Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Kerbau Bergelimpangan, Ngorok Jadi Teror Baru di Pedesaan

Daerah, Batuahnews.id – Ratusan ekor kerbau milik peternak di wilayah Kabupaten Mukomuko dilaporkan mati akibat wabah penyakit ngorok atau septicemia epizootica.

Wabah ini menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar, bahkan memicu kekhawatiran akan meluasnya penyebaran penyakit ke wilayah lain.

Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Diana Nurwahyuni mengatakan berdasarkan data dari lapangan sebanyak 500 ekor kerbau yang terkena penyakit ngorok.

Kemudian untuk gejala yang muncul pada hewan ternak meliputi demam tinggi, susah bernapas, pembengkakan di leher hingga dada, dan kematian yang terjadi dalam waktu singkat.

“Untuk wilayah yang banyak terjadi kasus ngorok ini di Kecamatan Teramang jaya, dan Kecamatan ipuh. Hingga saat ini masih banyak terjadi ternak warga yang mati mendadak akibat virus ini,” kata Diana.

Diana menjelaskan, ia telah melakukan peringatan dan melakukan sejumlah langkah penangulangan, mulai dari antibiotik hingga isolasi wilayah ternak yang terdampak. Namun, keterbatasan tenaga medis hewan dan stok vaksin menjadi kendala utama di lapangan.

“Perlu diketahui penyakit ngorok ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida dan sangat menular terutama saat musim hujan,” jelas Diana.

Lanjut Diana, pihaknya menghimbau kepada peternak untuk segera melapor jika ada tanda-tanda klinis pada hewan ternak dan juga tidak melakukan perdagangan hewan ternak antar wilayah sementara waktu.

“Lantaran kasus yang terus bertambah. Makanya kami minta ternak jangan di lepas liarkan, hal tersebut dikarenakan penyebaran virus penyakit ngorok sangat cepar menular ke ternak lain hanya dengan melalui angin saja,” ungkap Diana.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *