Daerah, Batuah-news.id – Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengungkapkan bahwa kasus penyakit Jembrana pada ternak sapi di daerah tersebut sebelumnya pernah tercatat sebanyak 254 kasus.
Namun hingga memasuki tahun 2026, belum ditemukan laporan baru terkait penyakit yang menyerang ternak tersebut.
Kendati demikian, pemerintah daerah melalui bidang peternakan tetap meningkatkan kewaspadaan guna mencegah kemungkinan munculnya kembali kasus serupa di tengah masyarakat peternak.
Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Diana Nurwahyuni, menjelaskan bahwa penyakit Jembrana merupakan salah satu penyakit yang cukup berbahaya bagi ternak sapi. Tingkat kesembuhan sangat bergantung pada seberapa cepat penyakit tersebut terdeteksi sejak awal.
“Jika penyakit ini sudah berada pada tahap yang parah atau ganas, maka penanganannya akan jauh lebih sulit. Namun apabila masih berada pada tahap awal atau baru menunjukkan gejala, insyaallah masih bisa diupayakan penyembuhan,” ujar Diana.
Ia menambahkan, deteksi dini menjadi langkah penting agar penanganan terhadap ternak yang terjangkit dapat segera dilakukan oleh petugas kesehatan hewan.
Selain itu, pihaknya juga mengimbau para peternak agar tidak menunda pelaporan apabila menemukan tanda-tanda penyakit pada ternak mereka.
Langkah cepat dari peternak akan sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan serta mencegah penyebaran penyakit ke ternak lain.
“Apabila ada hewan ternak yang menunjukkan gejala penyakit, kami mengimbau kepada para peternak agar segera menghubungi petugas kesehatan hewan terdekat supaya dapat dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” kata Diana.
Sebagai upaya pencegahan, Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko juga telah mengusulkan bantuan vaksin kepada pemerintah provinsi.
Vaksin tersebut nantinya akan digunakan untuk meningkatkan perlindungan terhadap ternak sapi milik masyarakat.
Menurut Diana, usulan tersebut telah mendapatkan respon dari pemerintah provinsi yang akan memfasilitasi kebutuhan vaksin bagi daerah.
“Untuk vaksin penyakit Jembrana, kami sudah mengusulkan kepada pemerintah provinsi dan rencananya akan difasilitasi sekitar 1.300 dosis vaksin,” jelasnya.
Vaksinasi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan sekaligus menjaga kesehatan ternak di Kabupaten Mukomuko, sehingga aktivitas peternakan masyarakat tetap berjalan dengan baik.
Di akhir keterangannya, Diana kembali menegaskan pentingnya kerja sama antara peternak dan pemerintah dalam menjaga kesehatan hewan ternak.
“Kami berharap para peternak dapat terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan. Dengan komunikasi yang baik dan laporan yang cepat, penanganan penyakit pada ternak bisa dilakukan lebih dini sehingga risiko kerugian dapat ditekan,” tutup Diana.
Andika Dwi Pradipta

















