Daerah, Batuahnews.id – Jembatan penghubung Desa Lubuk Sanai-Rawa Bangun yang viral beberapa waktu lalu, segera dilakukan peningkatan. Proses konstruksi saat ini sudah dalam tahap lelang.
Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Pemerintah Kecamatan XIV Koto menghimbau masyarakat tetap berhati-hati melintasi jembatan tersebut. Meskipun kondisi jembatan saat ini telah diperbaiki sementara.
Perbaikan sementara ini diketahui telah dilaksanakan beberapa waktu lalu oleh Polres Mukomuko dan Dinas PUPR bersama masyarakat setempat. Perbaikan lantai jembatan ini bersifat sementara, dengan menggunakan bahan kayu (papan).
Terkait rencana peningkatan konstruksi jembatan, Dinas PUPR mengaku akan merenovasi lantai jembatan menggunakan bahan besi plat.
Sementara itu, Pemerintah bersama Kepala Desa di wilayah setempat bersepakat agar pengguna mengurangi tonase kendaraan saat melintasi jembatan tersebut. Himbauan ini dimaksudkan agar jembatan tetap layak dilewati hingga proses konstruksi peningkatan selesai dilakukan.
“Akan dilakukan pembatasan muatan (tonase) kendaraan, sebelum pelaksanaan penggantian konstruksi,” kata Camat XIV Koto, Yusuf Aulawi, Rabu (12/7).
Proses konstruksi nantinya diperkirakan memakan waktu selama 4 bulan. Selama proses pengerjaan ini, akses masyarakat dialihkan sementara melalui jalan Desa Tanjung Mulya dan Pauh Terenja.
“Selama pekerjaan jembatan, akses jalan akan ditutup sementara (diportal),” bunyi salah satu poin kesepakatan itu.
Dikesempatan yang sama, Kepala Desa Tanjung Mulya Wardoyo, mengaku siap mendukung proses pembangunan tersebut.
“Alternatif jalan itu ya SP9 (Tanjung Mulya)-Pauh Terenja. Konsekuensinya sih ya, kalau rusak, kita perbaiki sama-sama,” kata Wardoyo.
Wardoyo awalnya sempat sanksi dengan kemampuan jalan jika jalur alternatif melewati jalan di desanya itu. Mengingat kondisi tanah di jalan alternatif tersebut juga masih labil dan belum dilakukan pengerasan. Sekira 1 km lebih badan jalan masih menggunakan sirtu (pasir-batu) dan belum pernah dilakukan pengerasan.
(Red)

















