Daerah, Batuahnews.id – Dalam rapat yang dilakukan oleh Pemrov Bengkulu yang juga dipimpin langsung oleh Gubernur, Helmi Hasan, Senin (14/4) kemarin terkait harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit anjlok.
Gubernur tegas bahkan mengancam pabrik yang tidak taat dengan penetapan harga yang sudah ditetapkan Pemrov, akan ditutup.
Hal ini menindak lanjuti banyaknya keluhan dari dari petani sawit se Provinsi Bengkulu. Bahwa seluruh pabrik yang ada membeli TBS jauh selisihnya dengan harga yang sudah ditetapkan Pemrov.
Seperti di Kabupaten Mukomuko saja pertanggal, 14 April 2025, harga TBS;
PT. SAPTA 2.510/Kg
PT. KSM, 2.560/Kg
PT. MMIL, 2.560/Kg
PT SSS. 2.580/Kg
PT. SAP 2.600/Kg
PT. KAS, 2.550/Kg
PT. DDP, 2.630/Kg
PT. USM, 2.540/kg
PT. BMK, 2.610/Kg
PT. GSS. 2.610/Kg
PT. MPRA :Libur /Titup
Padahal penetapan HET yang sudah sepakati oleh tim penetapan harga TBS Provinsi diangka Rp 3.143 perkilogram nya. Tentu ini membuat Gubernur murka saat rapat.
” Tidak boleh seperti ini, jadi bagi yang tidak bisa bekerjasama kita tutup saja pabriknya. Dan tak usah khawatir, sangat banyak orang yang ingin bikin pabrik di Provinsi Bengkulu,” tegas Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan.
Ia melanjutkan, pihak instansi terkait termasuk pemerintah daerah setiap Kabupaten betul-betul perketat pengawasan terkait harga tersebut.
” Sekali lagi ingat, jangan sampai petani yang jadi korban. Penetapan hargakan sudah jelas. Bagi yang yang tidak bisa bekerjasama ya tutup saja pabrinya,” pungkas Gubernur.
Dilanjutkan oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian. Bahwa ini sudah menjadi keresahan ditengah masyarakat khususnya petani selama ini.
Maka negara dalam hal ini Pemrov hadir untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi. Wakil Gubernur juga mengakui adanya penurunan harga secara sepihak oleh pihak pabrik.
Karena beberapa waktu lalu dirinya bersama instansi terkait turun langsung ke beberapa pabrik yang ada di Provinsi Bengkulu.
” Sesuai arahan pak Gubernur, maka kita akan menindak tegas bagi pabrik yang masih melanggar ketetapan harga yang sudah ditetapkan pemerintah,” imbuhnya.
Andika Dwi Pradipta

















