Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Peningkatan Sarpras Pertanian Dinilai Cukup Baik Oleh DPRD Mukomuko

Daerah, Batuahnews.id – Dengan telah dibangunnya sarana dan prasarana (Sarpras) seperti bangsal pascapanen didua kecamatan di Kabupaten Mukomuko tahun 2024 ini.

Dinas Pertanian mendapat kucuran Dana Alokasi Khsus (DAK) sebesar Rp 10 miliar. Bangsal pascapanen ini diharapkan dapat meningkatkan sektor pertanian di Mukomuko.

Dimana selama ini pertanian di Mukomuko hanya fokus dengan Sawit, Padi, dan Jagung. Kali ini kelompok tani yang ada sudah bisa merambah ke buah-buahan.

Seperti saat ini pengembangan bawang merah, cukup berhasil yang sudah dilakukan Dinas Pertanian Mukomuko.

Karena sudah ada sarpras bansal pascapanen untuk penyimpanan atau tempat pengepulan hasil panen tersebut.

Tentu ini menjadi langkah strategis Pemkab Mukomuko dalam menekan infalsi kedepan. Karena seperti bawang merah, cabai, dan buah-buahan kedepan tidak lagi harus didatangkan dari luar daerah.

” Langkah strategis ini akan berdampak baik kedepan, hal-hal seperti inilah yang kita butuhkan. Karena sesuai intruksi pemerintah pusat, kita harus swasempada pangan,” ungkap Damsir, Wakil Ketua II DPRD Mukomuko.

Ditambahkan oleh Damsir, bahwa kedepan selain Sawit dan Padi, Mukomuko harus mencoba mengembangkan disektor buah-buahan.

Karena bangsal di Kecamatan Selagan Raya dan Teramang Jaya dibangun dengan sistem terbarukan.

Selain aman untuk penyimpanan hasil panen seperti sayur mayur, juga aman untuk hasil panen buah-buahan.

Mengingat masih banyaknya lahan produktif yang bisa dikelola oleh para petani kita di Mukomuko.

Kedepan diharapkan tidak ada salahnya mencoba untuk pengembangan untuk penanaman buah-buahan.

” Kita punya banyak lahan produktif yang bisa dikelola. Buah-buahan jika tidak bisa ditropis, kita punya daerah dingin juga kok, seperti di sungai jerinjing, selagan raya, sepertinya bisa jika ingin kita coba buah-buahan tertentu,” sambungnya.

Masih Damsir, jika tidak bisa semua buah-buahan di daerah tropis, bisa dicari yang berpotensi bisa dikelola meskipun didaerah tropis.

” Seperti jeruk, nagka, naga, tomat dan lainnya masih bisa hidup didaerah kita. Makanya kita berharap kedepan instansi terkait terus melakukan langkah-langkah untuk pengembangan kedepan,” tutupnya.

Andika Dwi Pradipta/ ADV

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *