Sejarah, Batuahnews.id – Mengenal Lapu – lapu seorang pahlawan yang beragama islam pertama di negara Filipina. Siapa sangka, dia merupakan pahlawan yang dikenal ditakuti pada zaman penjajah Spanyol.
Lapu – lapu ini, juga dijadikan hero di permainan game Mobile Legend. Banyak kisah perlawanannya yang berani menaklukkan penjajah yang masuk ke negara Filipina.
Berikut fakta sejarah Lapu – lapu, melawan penjajahan negara – negara eropa yang masuk di Filipina.
Lapu – lapu merupakan kepala suku, dari pulau Mactan sebuah pulau kecil di sebelah timur cebu Filipina. Dia dikenal sebagai seorang muslim yang taat dan berani.
Pada tahun 1521, seorang penjelajah Spanyol bernama Ferdinand Magellan, tiba di Filipina. Misinya untuk menyebarluaskan agama Katolik, dan menguasai kepulauan Mactan.
Dia berhasil membujuk raja lokal untuk tunduk kepadanya dan memberikan umpeti. Namun ada satu raja yang menolak untuk tunduk kepada penjelajah Spanyol ini, yaitu Lapu – lapu.
Lanjut kisah, mendengar hal tersebut Magellan marah dan memutuskan menyerang pulau Mactan dengan 49 prajurit tentaranya. Ia mengira bahwa Lapi – lapu dan rakyatnya tidak akan mampu melawannya.
Dikarenakan Lapu – lapu dan rombongannya hanya bersenjatakan tombak, parang dan panah. Namun ia salah besar mengira hal tersebut.
Pada pagi hari tanggal 27 April 1521, Magellan dan para tentaranya, mendarat di pantai Mactan, mereka disambut oleh Lapu – lapu dan ribuan prajuritnya yang siap berperang.
Pertempuranpun pecah, Megallan dan tentaranya tak sanggup menghadapi serangannya Lapu – lapu dan rakyatnya, mereka tidak bisa menembakkan meriam dan senapannya, karena jaraknya terlalu dekat.
Mereka juga tidak bisa berlindung dibalik perisai mereka. Karena tombak dan parang Lapu – lapu dan rakyatnya terlalu tajam.
Lapu – lapu dianggap sebagai pahlawan nasional yang mempertahankan tanah airnya dari penjajah asing. Dia juga dihormati sebagai pahlawan muslim yang mempertahankan agamanya dari pengaruh katolik.
Untuk mengenang peristiwa itu, dibuatlah sebuah patung besar Lapu – lapu, yang didirikan di pulau Mactan di Filipina.
Sumber : Pintu Sejarah
Ibnu Afdaldi

















