Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Proyek Jembatan Timbang Mukomuko Masih Terganjal Administrasi Lahan

Daerah, Batuah-news.id – Rencana besar menghadirkan jembatan timbang di kawasan rest area Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota Mukomuko, rupanya harus sedikit bersabar.

Hingga detik ini, proyek strategis tersebut belum bisa menyentuh ranah teknis lantaran terbentur persoalan administrasi hibah lahan yang belum tuntas.

​Padahal, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mukomuko sudah memplot lahan seluas 1,2 hektare untuk fasilitas ini.

Pemilihan lokasi di Koto Jaya bukan tanpa alasan; titik ini merupakan urat nadi lalu lintas logistik yang setiap harinya dijejali truk bermuatan berat di jalur lintas barat Sumatera.

​Status lahan yang masih “menggantung” secara administratif menjadi ganjalan utama bagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk tancap gas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mukomuko, Novria Eka Putra, menegaskan bahwa kepastian hukum atas aset lahan adalah harga mati sebelum alat berat diturunkan ke lokasi.

​”Fisik belum bisa jalan kalau hibahnya belum beres sepenuhnya. Kami ingin memastikan semuanya bersih secara administrasi agar tidak ada sandungan hukum di masa depan,” jelas Novria.

​Ia menambahkan, jika urusan tanah ini kelar, pihak Kementerian akan langsung tancap gas menyusun Detail Engineering Design (DID).

​Catatan: DID merupakan cetak biru teknis yang mencakup desain bangunan, tata letak, hingga rincian anggaran yang diperlukan sebelum konstruksi dimulai.

​Meski masih berkutat di meja birokrasi, sinyal positif sebenarnya sudah terlihat. Tim Kemenhub sebelumnya telah turun langsung ke lapangan bersama jajaran Pemkab Mukomuko untuk melakukan verifikasi lokasi.

Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pusat menganggap proyek ini sebagai prioritas.

​Kehadiran jembatan timbang di Mukomuko memang sudah sangat mendesak. Selama ini, pengawasan terhadap truk yang melebihi kapasitas alias Over Dimension Over Loading (ODOL) masih sangat lemah karena minimnya fasilitas.

Efek domino dari kendaraan “obesitas” ini sangat terasa:

​Kerusakan Jalan: Aspal cepat mengelupas dan bergelombang.

​Beban Anggaran: Biaya pemeliharaan jalan terus membengkak setiap tahunnya.

​Keselamatan: Risiko kecelakaan akibat truk ODOL tetap tinggi.

​”Harapan kami, proses hibah ini bisa segera rampung. Kalau jembatan timbang ini sudah berdiri, pengawasan angkutan barang akan jauh lebih maksimal, dan infrastruktur jalan kita bisa lebih awet,” pungkas Novria.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *