Daerah, Batuah-news.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus mendorong lahirnya terobosan baru melalui ajang Innovation Award 2026 yang telah diluncurkan bersamaan dengan Kick Off program SAPA OPD pada 14 April lalu.
Program ini dirancang sebagai langkah bersama untuk memacu kinerja inovatif di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Namun hingga akhir April, jumlah gagasan yang masuk masih terbilang rendah.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Mukomuko mencatat baru sekitar 16 inovasi yang didaftarkan.
Dari jumlah tersebut, 10 berasal dari OPD, sementara sisanya datang dari individu maupun unsur non-pemerintah.
Padahal, total OPD di Kabupaten Mukomuko mencapai 44 instansi.
Kondisi ini mencerminkan masih minimnya keterlibatan OPD dalam menghadirkan ide-ide baru yang dapat memperbaiki layanan publik serta meningkatkan efektivitas kinerja pemerintahan.
Kepala Bapperinda Mukomuko, Singgih Pramono, menegaskan bahwa program inovasi daerah tidak hanya diperuntukkan bagi OPD.
Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.
“Program ini terbuka luas, mulai dari desa, kelurahan, pelaku usaha, lembaga keuangan, hingga kalangan pendidikan. Kami sudah menyiapkan platform digital untuk memudahkan pendaftaran inovasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, inovasi tidak harus berskala besar. Gagasan sederhana yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat justru sangat dibutuhkan, selama mengandung unsur pembaruan dan solusi.
Menurut Singgih, inovasi menjadi kunci penting dalam menghadapi keterbatasan anggaran serta tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
Tanpa pembaruan, kinerja pemerintah berpotensi stagnan dan sulit berkembang.
Lebih jauh, ia menyebut bahwa capaian inovasi daerah juga berpengaruh terhadap penilaian pemerintah pusat, termasuk peluang mendapatkan insentif bagi daerah berkinerja baik.
Bapperinda pun mendorong OPD yang belum berpartisipasi agar segera mengajukan gagasan inovatif.
Partisipasi aktif dinilai penting untuk mendukung langkah Pemkab Mukomuko dalam mengikuti ajang nasional, yakni Innovation Government Award.
Selain itu, setiap instansi diharapkan tidak hanya menjalankan rutinitas, tetapi juga mampu menghadirkan pendekatan baru yang lebih efektif dan efisien.
Bahkan, desa dan kelurahan dinilai memiliki peluang besar dalam menciptakan inovasi berbasis kebutuhan langsung masyarakat.
“Dorongan inovasi ini juga terus disampaikan pimpinan daerah. Artinya, semangat tersebut harus kita tangkap bersama dan diwujudkan dalam aksi nyata,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















