Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Misteri Kematian Gajah dan Harimau di Mukomuko Masih Diselidiki, Hasil Lab Jadi Penentu

Daerah, Batuah-news.id – Kasus kematian induk gajah bersama anaknya di kawasan Hutan Produksi Air Teramang, Kabupaten Mukomuko, masih menyisakan tanda tanya.

Di waktu yang berdekatan, seekor harimau Sumatera juga ditemukan mati di wilayah Hutan Penarik. Aparat gabungan kini masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab pasti kematian satwa-satwa dilindungi tersebut.

Sejak laporan masyarakat diterima, jajaran kepolisian langsung bergerak cepat. Tim gabungan yang terdiri dari kepolisian, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), dokter hewan, serta Dinas Kehutanan diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol Mirza Gunawan, menyebutkan bahwa proses investigasi dilakukan secara terpadu bersama Polres Mukomuko dan Polsek Sungai Rumbai.

“Sejak laporan diterima, kami langsung turun bersama tim gabungan untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan awal,” ujarnya.

Dalam pemeriksaan tersebut, tim medis hewan melakukan nekropsi atau pembedahan bangkai untuk mengetahui kondisi organ dalam. Sejumlah sampel penting juga diambil untuk dianalisis lebih lanjut di laboratorium.

“Petugas telah mengambil beberapa sampel dari organ tubuh satwa untuk mengetahui penyebab kematian,” kata Mirza.

Menurutnya, hasil uji laboratorium menjadi faktor utama dalam mengungkap penyebab kematian ketiga satwa tersebut. Saat ini, seluruh sampel masih dalam tahap pemeriksaan.

“Untuk hasil penyelidikan, kami belum bisa menyampaikan lebih lanjut karena masih menunggu hasil laboratorium. Sampel sudah dibawa untuk diuji guna memastikan penyebab pastinya,” jelasnya.

Dari pemeriksaan awal di lapangan, tim belum menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh satwa. Namun, hal itu masih bersifat sementara.

“Untuk sementara belum ditemukan tanda-tanda kekerasan, tetapi ini masih menunggu hasil laboratorium agar bisa dipastikan,” tambahnya.

Hal serupa juga disampaikan tim medis hewan yang terlibat dalam proses nekropsi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, tidak terlihat adanya tanda kekerasan pada tubuh satwa,” ungkap salah satu dokter hewan di lapangan.

Penyelidikan hingga kini masih terus berlangsung. Aparat menegaskan bahwa hasil uji laboratorium akan menjadi dasar ilmiah untuk mengungkap secara pasti penyebab kematian gajah dan harimau tersebut.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *