Daerah, Batuahnews.id – Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Kabupaten Mukomuko tertinggi saat ini diangka Rp 2.650 perkilogramnya. Sedangkan harga terendah saat ini diangka Rp 2.450 perkilogramnya.
Mengagetkan kesaksian dari tokoh muda Kecamatan Air Manjuto, Mustadin, yang juga mantan anggota DPRD Mukomuko periode 2019-2024.
Dirinya saat ini juga bergerak disektor perkebunan kelapa sawit, juga memiliki RAM (Timbangan Sawit).
Menurutnya, sejak 15 tahun lalu, ketika hari-hari besar, apa lagi saat perayaan ulang tahun Mukomuko, sudah dipastikan harga TBS anjlok, bahkan turun sangat signifikan.
Selalu harga jual TBS ke pabrik yang ada di Mukomuko turun bahkan pecah dari Rp 1.000 perkilogramnya.
Bahkan seluruh petani serta masyarakat pun sudah sangat hafal jadwal kapan turunnya harga TBS tersebut.
” Pasti kalau dulu itu setiap mau lebaran idul fitri, apa lagi perayaan HUT Mukomuko, sudah pasti itu akan turun. Pabrik berani keluar jalur tidak mengacu pada penetapan harga dari Pemprov,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, sebenarnya isu fenomena tersebut sudah jadi rahasia umum ditengah masyarakat. Karena adanya dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum-oknum orang besar di Kabupaten ini.
Namun sejak 2020 lalu, dirinya mengaku tidak lagi menghadapi ancaman setiap hari besar dan HUT Mukomuko mengalami penurunan harga TBS secara signifikan,” pungkasnya.
Hal yang sama juga dirasakan oleh petani sawit di Kecamatan Penarik, Suroto. Bahkan jika sudah melihat salah satu mobil berplat merah yang mengunjungi pabrik, maka siap-siap harga TBS turun.
” Ini benar, jadi dulu itu jadi bahan olokan serta candaan kita dikalangan petani. Jika ada mobil dinas yang mengunjungi pabrik, maka siap-siap harga turun,” ungkapnya sembari tertawa.
Dijelaskan oleh Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Fitriani Ilyas. Terkait dugaan pungli tersebut, dirinya enggan berkomentar banyak.
” Yang patut kita syukuri saat ini, pemerintahan kita selalu berbenah untuk memberi yang terbaik. Jika ada isu yang begitu, kita serahkan saja kepada masyarakat yang menilai sendiri,” singkatnya.
Daftar Harga TBS Mukomuko, 8 September 2024:
- PT. SAPTA: 2.460/Kg
- PT. KSM: 2.540/Kg
- PT. MMIL: 2.560 /kg
- PT SSS: 2.540/Kg
- PT. SAP: 2.470/Kg(+30)
- PT. KAS: 2.540/Kg
- PT. DDP: 2.630/kg
- PT. USM: 2.450/kg
- PT. BMK: 2.650/Kg
- PT. GSS: 2.650/Kg
- MPRA: 2.630/Kg
Kesaksian tersebut juga disampaikan oleh M Toha, selaku ketua Lembaga Pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan (LP-KPK) cabang Mukomuko.
Dirinya juga pernah mendengar secara langsung, kerasnya pemerintahan era Sapuan-Wasri ini terhadap para manajemen perusahaan CPO yang ada di Mukomuko.
” Intinya fenomena TBS anjlok saat moment-moment tertentu seperti hari besar idul fitri dan HUT Mukomuko tidak dirasakan lagi oleh masyarakat kita. Karena memang rantai pungli selama ini sudah diputuskan pemerintah,” sambungnya.
Buktinya saat ini seluruh perusahaan patuh pada kebijakan Pemprov Bengkulu, dengan menaati ketetapan harga yang sudah tetapkan.
” Sudah jadi rahasia umumlah itu, namun saat ini kita bersyukur sudah ada yang bisa membenah itu semua. Sehingga petani kita tidak lagi khawatir atas fenomena tersebut. Jika tidak diputus rantai pengli tersebut, tidak mungkin budaya itu tiba-tiba hilang bagai ditelan malam,” bebernya.
Harapan pihak LP-KPK Mukomuko kedepan, siapapun pemimpin Mukomuko 5 tahun kedepan, dapat melanjutkan sistem yang sudah diperbaiki saat ini.
” Elite daerah ini wajib mempertahankan ini, siapapun nanti yang menang pada Pilkada 2024 ini, jangan dibuka lagi keran pungli yang dapat merugikan masyarakat kita, terutama para petani kita. Karena 75 persen masyarakat kita bergantung dengan sawit,” tutupnya.
Red

















