#ArtikelServeiInternalBatuahNewsElektabilitasPilkadaMukomuko2024
Daerah, Batuahnews.id – Sudah memasuki tahun politik, tentu sudah ramai jadi perbincangan untuk pemilihan kepala daerah maupun anggota legislatif, khususnya di Kabupaten Mukomuko.
Fokus ke pemilihan kepala daerah (Pilkada) Mukomuko, Pemilu 2024 mendatang. Saat ini mulai mengerucut dari beberapa tokoh yang dianggap memiliki elektabilitas rata-rata diatas 40 persen, untuk merebut kursi BD 1 N.
Dari beberapa nama yang dimaksut adalah, Sapuan Bupati Mukomuko saat ini, masa periode 2019-2024. Choirul Huda Mantan Bupati Mukomuko, periode 2014-2019, dan M Ali Saftaini Ketua DPRD Mukomuko saat ini, masa bakti 2019-2024.
Ketiga tokoh ini, diyakini sosok yang visioner, berintegritas, profesional, dan menguasai birokrasi hingga keakar-akarnya. Juga ketiga tokoh ini tentu memiliki basis militan di dunia politik.
Dari hasil survei Internal Batuah News di lapangan, yang diambil dari beberapa kecamatan, sebagai sampel. Ketiga tokoh ini selain sudah cukup dikenal, juga memiliki keunggulan masing-masing dimata pemilih pemula dan pemilih umum.
Baik itu dari generasi (gen) milenial, maupun gen Z. Dari ketiga tokoh ini, yang paling di favoritkan, atau dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan rakyat secara umum, yaitu M Ali Saftaini Ketua DPRD Mukomuko.
Diposisi kedua Choirul Huda mantan Bupati Mukomuko, dan ketiga Sapuan Bupati Mukomuko saat ini. Indikatornya adalah, kedekatan secara emosional antara masyarakat dengan ketiga tokoh ini.
Persentase Survei Internal Batuah News:
1. M Ali Saftaini Ketua DPRD Mukomuko (44,5%)
2. Choirul Huda Mantan Bupati Mukomuko (30,4%)
3. Sapuan Bupati Mukomuko (22.1%)
Hasil survei ini, diambil dari 50 orang yang berbeda, diantaranya 25 orang laki-laki, dan 25 orang perempuan. Khususnya gen milenial dan gen Z. Perolehan persentase survei internal ini, juga diambil dari beberapa kecamatan, oleh tim Batuah News.
Mulai dari jajak pendapat dilevel generasi muda, dalam hal ini pemuda/i yang masih berstatus mahasiswa/i, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat Mukomuko.
(Ibnu Afdaldi)

















