Daerah, Batuah-news.id – Operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mukomuko untuk sementara waktu dihentikan.
Akibatnya, ribuan penerima manfaat program tersebut belum menerima distribusi makanan bergizi dalam beberapa hari terakhir.
Koordinator Wilayah SPPG Kabupaten Mukomuko, M. Sukri, membenarkan adanya penghentian sementara aktivitas di dua dapur MBG tersebut.
Namun, ia menegaskan kondisi itu tidak terjadi pada seluruh dapur yang saat ini beroperasi di daerah tersebut.
Menurut Sukri, penghentian dilakukan karena adanya pembenahan fasilitas guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada penerima manfaat.
“Memang ada dua SPPG yang sementara tidak beroperasi karena sedang dilakukan perbaikan fasilitas agar pelayanan ke depan lebih optimal,” kata Sukri.
Satu dapur MBG aglomerasi diketahui mampu melayani sekitar 3.000 penerima manfaat. Dengan berhentinya dua dapur tersebut, diperkirakan sekitar 6.000 penerima manfaat terdampak sementara dari penghentian layanan.
Sebelumnya, terdapat 10 dapur MBG aglomerasi yang telah beroperasi di Kabupaten Mukomuko. Keberadaan dapur-dapur tersebut melayani sekitar 25 ribu penerima manfaat yang terdiri dari pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, serta balita.
Sukri menambahkan, untuk menjangkau seluruh sasaran program MBG di Mukomuko, dibutuhkan sedikitnya 41 dapur MBG. Jumlah itu terdiri dari 30 dapur aglomerasi dan 11 dapur yang diperuntukkan bagi wilayah terpencil.
Jika seluruh kebutuhan tersebut terpenuhi, program MBG di Kabupaten Mukomuko ditargetkan dapat melayani sekitar 66.732 penerima manfaat.
“Perbaikan fasilitas ini dilakukan agar pelayanan kepada penerima manfaat semakin baik. Kami berharap prosesnya dapat segera selesai sehingga distribusi makanan bergizi bisa kembali berjalan normal,” tutup Sukri.
Andika Dwi Pradipta

















