Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Zonasi Gagal? Hanya 5 Siswa Masuk SDN 07 Mukomuko, DPRD Minta Evaluasi

Daerah-, Batuahnews.id – Kondisi memprihatinkan terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 07 yang terletak di salah satu wilayah Kecamatan Kota Mukomuko.

Pada tahun ajaran baru ini, sekolah tersebut hanya menerima lima orang siswa baru, jumlah yang sangat jauh dari ideal untuk satu angkatan di tingkat sekolah dasar.

Ironisnya, kekurangan murid ini bukan karena tidak adanya anak usia sekolah di wilayah tersebut, melainkan karena banyak orang tua memilih menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah lain di luar zona tempat tinggal mereka.

Fakta ini terungkap saat salah satu
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mukomuko melakukan kunjungan langsung ke SDN 07.

Dalam kunjungannya, anggota DPRD tersebut menyampaikan keprihatinan atas kondisi sekolah yang sepi siswa, padahal secara geografis letaknya cukup strategis dan masih berada di kawasan pemukiman warga.

“Sekolah ini seharusnya bisa menjadi pilihan utama masyarakat di sekitar sini. Tapi sayangnya, banyak orang tua yang lebih memilih menyekolahkan anak-anak mereka ke sekolah lain, yang justru berada di luar zona tempat tinggal mereka,” ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Mukomuko, Frenky Janas.

Menurutnya, fenomena ini menunjukkan lemahnya penerapan sistem zonasi oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mukomuko.

Padahal, sistem zonasi yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan bertujuan untuk pemerataan akses pendidikan serta menghindari penumpukan siswa di sekolah-sekolah tertentu.

“Kami berharap Kepala Dinas Pendidikan Mukomuko bisa tegas dalam menegakkan aturan zonasi. Jangan hanya dijadikan formalitas di atas kertas. Bila sistem ini dijalankan dengan benar, maka sekolah seperti SDN 07 ini tidak akan kekurangan siswa,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sekolah-sekolah di pinggiran atau daerah terpencil tetap harus mendapat perhatian, baik dari sisi kualitas pengajaran, infrastruktur, maupun promosi kepada masyarakat bahwa sekolah di dekat rumah mereka juga mampu memberikan pendidikan yang baik.

Tidak hanya soal kekurangan murid, kondisi fisik SDN 07 juga menjadi sorotan. Dari pantauan di lapangan, sejumlah bagian atap sekolah terlihat rusak dan dibiarkan dalam kondisi yang cukup membahayakan keselamatan siswa maupun guru. Atap yang bocor, dan plafon yang berlubang menjadi pemandangan umum di beberapa ruang kelas.

“Kondisi atap yang rusak ini harus segera ditangani. Saya minta Dinas Pendidikan jangan menunggu laporan rusak total baru bergerak. Ini menyangkut keselamatan anak-anak dan tenaga pendidik,” tambahnya.

Dengan adanya perhatian dari legislatif dan harapan adanya ketegasan dari pihak eksekutif, masyarakat setempat diharapkan bisa kembali mempercayakan anak-anak mereka untuk bersekolah di SDN 07. Sehingga sekolah tersebut bisa kembali berfungsi optimal sebagai lembaga pendidikan dasar bagi warga sekitar.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *