Daerah-, Batuahnews.id – Wabah penyakit ngorok yang menyerang hewan ternak mulai merebak di wilayah Kecamatan Kota Mukomuko.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 20 ekor hewan ternak terinfeksi penyakit tersebut yang tersebar di dua wilayah, yakni Desa Pasar Sebelah dan Kelurahan Bandaratu.
Laporan awal diterima oleh pihak Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Mukomuko pada awal pekan ini, setelah sejumlah peternak di Desa Pasar Sebelah melaporkan adanya gejala klinis yang tidak biasa pada hewan ternak mereka.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim gabungan dari Puskeswan Kota Mukomuko dan Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan langsung.
Setibanya di lapangan, tim menemukan bahwa terdapat 8 ekor hewan ternak di Desa Pasar Sebelah yang menunjukkan gejala khas penyakit ngorok, seperti demam tinggi, kesulitan bernapas, suara pernapasan yang abnormal (ngorok), serta nafsu makan yang menurun drastis.
Penyisiran kemudian dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Bandaratu, yang juga menunjukkan peningkatan kasus serupa. Di lokasi tersebut, ditemukan 12 ekor ternak yang juga terinfeksi, sehingga total jumlah ternak yang terdampak mencapai 20 ekor.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Fitriani Ilyas, mengimbau agar masyarakat, khususnya para peternak, tetap tenang namun waspada. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah melalui dinas terkait akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran lebih luas.
“Saat ini kami telah melakukan sejumlah langkah penangulangan, mulai dari antibiotik hingga isolasi wilayah ternak yang terdampak. Namun, keterbatasan tenaga medis hewan dan stok vaksin menjadi kendala utama di lapangan,” katanya.
Lanjut Fitriani, pihaknya juga menghimbau kepada peternak untuk segera melapor jika ada tanda-tanda klinis pada hewan ternak dan juga tidak melakukan perdagangan hewan ternak antar wilayah sementara waktu.
“Lantaran kasus yang terus bertambah. Makanya kami minta ternak jangan di lepas liarkan, hal tersebut dikarenakan penyebaran virus penyakit ngorok sangat cepar menular ke ternak lain hanya dengan melalui angin saja,” ungkapnya.
Andika Dwi Pradipta

















