Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow

Tradisi Subimbang Mukomuko, Dapur Hajatan Jadi Tempat Silaturahmi Kebahagiaan Warga

Kearifan Lokal, Batuahnews.id – Kegiatan Subimbang, tradisi satu ini biasa dilakukan masyarakat Mukomuko ketika warga punya hajat atau acara besar. Tradisi ini juga dapat kalian temukan pada acara pernikahan, aqiqah, acara selamatan dan acara lainnya bersifat mengundang warga banyak.

Tidak hanya itu, Subimbang masih melekat pada masyarakat Mukomuko, dimana semangat gotong royong masih terpatri kuat dalam diri setiap individu.

Pada umumnya Subimbang dilakukan juga apabila tetangga sekitar mengadakan acara besar. Baik wanita maupun pria akan bersama – sama membantu meringankan tetangga yang sedang mempunyai hajat tersebut. 

Biasanya para ibu – ibu lebih fokus pada kegiatan masak dan menyuapkan segala kebutuhan pangan, seperti memasak nasi dalam jumlah besar, masak makanan khas, dan juga menyiapkan makanan untuk acara berdoa.

Sementara itu, bapak – bapak berkumpul untuk mempersiapkan peralatan yang akan digunakan dalam acara tersebut. Seperti menyiapkan kayu api, memotong ayam dan membuat minuman hangat, sedangkan untuk muda – mudi yang bertugas untuk menyajikan makanan kepada tamu undangan. 

Tradisi Subimbang merupakan suatu kewajiban bagi masyarakat Mukomuko, apalagi Mukomuko masih melekatnya kaum. Hal ini bukan hanya kepentingan kemanusiaan, akan tetapi untuk menghindari hukum sosial. Sebab, jika seseorang tidak mengikuti tradisi ini, maka dapat dipastikan, ketika ia memiliki hajat nanti tidak akan mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar juga.

Manfaat kegiatan ini, pihak wanita atau ibu – ibu dapat saling mengobrol dan menjalin silaturahmi satu sama lainnya. Situasi ini juga menjadi momen untuk bertukar cerita maupun pengalaman masing – masing wanita. Secara tidak langsung mereka akan semakin dekat dan akan berbentuk hubungan kebersamaan persaudaraan satu sama lainnya.

Subimbang menjadi penentu keberhasilan suatu hajatan, apabila masyarakat dengan baik, maka aara dapat berjalan sukses, begitu pun sebaliknya. Maka, peran wanita bak kanca wingking, sangat dibutuhkan dalam hal ini. 

Selain itu wanita atau ibu – ibu, bertugas untuk mengelola dan mengkoordinir dapur sebaik mungkin, agar distribusi hidangan dapat disajikan dengan lancar.

Menariknya acara subimbang ini, masyarakat yang ikut bergabung dalam tradisi subimbang ini tidak mendapatkan upah. Tetapi mereka bekerja secara sukarela tanpa mengharap imbalan apapun.

Ibnu Afdaldi

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *