Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1
previous arrow
next arrow
Daerah  

Ratusan Kerbau Mati Akibat SE, Populasi Ternak di Mukomuko Terancam

Daerah, Batuahnews.id – Populasi kerbau di Kabupaten Mukomuko saat ini tercatat telah melebihi 10 ribu ekor. Namun, di tengah besarnya potensi peternakan tersebut, pemerintah daerah kini dihadapkan pada situasi darurat akibat merebaknya penyakit Septicemia Epizootica (SE).

Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko mengonfirmasi adanya lonjakan angka kematian ternak yang signifikan di dua kecamatan utama. Di Kecamatan Ipuh, sebanyak 500 ekor kerbau dilaporkan mati akibat terjangkit penyakit SE. Sementara di Kecamatan Teramang Jaya, jumlah kematian bahkan lebih tinggi, mencapai lebih dari 700 ekor.

“Ini adalah kejadian luar biasa. Penyakit SE menyebar sangat cepat dan menyebabkan kematian mendadak pada kerbau. Kami tengah melakukan penanganan intensif di lapangan,” ujar Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko Diana Nurwahyuni.

Penyakit SE atau Septicemia Epizootica disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida, yang menyerang saluran pernapasan dan sistem kekebalan tubuh ternak, terutama saat musim penghujan dan cuaca ekstrem. Penyakit ini ditandai dengan gejala demam tinggi, pembengkakan di leher, lemas, dan kematian mendadak.

Lanjut Diana, untuk menanggapi kasus ini pihaknya hanya bisa melakukan penyemprotan disinfektan. Selain itu, dilakukan juga pemantauan dan penguncian pergerakan ternak antarwilayah guna mencegah meluasnya penyebaran penyakit.

“Kami imbau para peternak segera melapor jika menemukan kerbau yang menunjukkan gejala sakit,” pungkasnya.

Andika Dwi Pradipta

Pasang-Iklan-Disini-Batuah-Top-dan-Bottom-Banner-1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *