Daerah, Batuahnews.id – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) masih menunggu kepastian dari Kementerian PUPR terkait proses pengangkutan rangka jembatan yang akan digunakan untuk pembangunan Jembatan Lubuk Silandakdi Kecamatan Teramang Jaya.
Kepala Dinas PUPR Mukomuko, Ir. Apriansyah, ST, MT, menjelaskan bahwa proses pelelangan sekaligus penjemputan rangka jembatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2025.
Ia menargetkan rangka jembatan sudah bisa tiba di Mukomuko paling lambat akhir Desember tahun ini.
“Proses perpanjangan hibah sudah kami ajukan. Harapannya, pada Oktober ini penjemputan bisa segera dilakukan dan Desember rangkanya sudah berada di Mukomuko,” ujar Apriansyah.
Menurutnya, pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp540 juta melalui APBD Perubahan (APBD-P) untuk menjemput rangka jembatan dari gudang milik Kementerian PUPR. Namun, hingga kini pihaknya masih menunggu konfirmasi dari Badan Keuangan Daerah (BKD)mengenai ketersediaan dana tersebut.
“Walaupun anggaran sudah tercatat, kami tetap menunggu perhitungan akhir dari BKD. Kalau ternyata anggarannya tidak tersedia, maka penjemputan kemungkinan besar batal dilakukan tahun ini,” jelasnya.
Apriansyah menegaskan, pihaknya tidak bisa menunda proses ini terlalu lama karena menyangkut kerja sama langsung dengan pemerintah pusat.
Jika hibah rangka jembatan tersebut tidak segera ditindaklanjuti, hal itu dikhawatirkan akan berdampak pada hubungan program pembangunan antara daerah dan kementerian di masa mendatang.
“Kami sudah melalui berbagai tahapan untuk mendapatkan hibah ini. Jadi, sangat disayangkan kalau kesempatan itu terlewat hanya karena persoalan administrasi atau anggaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia berharap agar anggaran penjemputan rangka jembatan dapat menjadi prioritaspemerintah daerah, sehingga proyek pembangunan bisa segera berlanjut. Dengan begitu, masyarakat di sekitar Lubuk Silandak dapat segera menikmati akses transportasi yang lebih baik dan aman.
“Kami berharap penjemputan ini bisa terealisasi agar tahun depan pembangunan bisa dimulai. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga menyangkut kebutuhan dasar masyarakat untuk mendapatkan akses dan kehidupan yang lebih layak,” pungkasnya.
Andika Dwi Pradipta

















