Daerah, Batuah-news.id – Setelah berjalan selama satu tahun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Mukomuko terus menunjukkan progres positif.
Berdasarkan data terbaru, jumlah penerima manfaat telah mencapai 20.094 jiwa, namun Pemerintah Kabupaten Mukomuko menilai cakupan tersebut masih perlu diperluas agar manfaat program ini bisa dirasakan lebih merata.
Sekretaris Satgas Percepatan MBG yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxandi Utria Dharma, menjelaskan bahwa meski program ini sudah menjangkau ribuan masyarakat, masih ada tantangan dalam pemerataan dan peningkatan jumlah penerima.
“Program MBG ini merupakan upaya strategis pemerintah daerah dalam memperbaiki status gizi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan seperti pelajar, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Saat ini baru sekitar dua puluh ribu jiwa yang bisa kami layani, dan tentu ke depan targetnya akan terus diperluas,” ujar Elxandi.
Elxandi merinci, penerima manfaat MBG terbagi dalam tiga kelompok besar. Untuk kategori pelajar, tercatat sebanyak 16.561 orang, kemudian ibu hamil sebanyak 239 orang, ibu menyusui 629 orang, serta balita sejumlah 1.767 anak.
Selain itu, program MBG saat ini ditopang oleh tujuh unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di enam kecamatan.
Masing-masing dapur berlokasi di dua titik di Kota Mukomuko, satu di Desa Terang Jaya, satu di Penarik, satu di Kecamatan XIV Koto, satu di Air Manjunto, dan satu di Kecamatan Pondok Suguh.
Menurut Elxandi, distribusi dapur MBG ini akan terus ditambah seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan evaluasi lapangan yang dilakukan oleh tim teknis.
“Kami sedang menyiapkan langkah untuk memperluas jangkauan dapur MBG ke kecamatan lain agar tidak ada wilayah yang tertinggal dalam mendapatkan layanan makanan bergizi. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk memastikan tidak ada lagi warga yang kekurangan asupan gizi,” jelasnya.
Lamjut, Elxandi menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya bergantung pada pemerintah semata, tetapi juga memerlukan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
“Sinergi antara pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat sangat dibutuhkan. Dengan kerja bersama, kami yakin target peningkatan gizi masyarakat Mukomuko dapat tercapai secara berkelanjutan,” tutupnya.
Andika Dwi Pradipta

















